kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Joe Biden pastikan AS akan kembali bergabung dengan Paris Agreement


Kamis, 21 Januari 2021 / 10:37 WIB
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih setelah pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46, di Washington, Amerika Serikat, Rabu (20/1/2021).


Sumber: BBC,Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dilansir dari BBC (1/7/2017), Trump mengklaim bahwa Paris Agreement bisa membuat AS kehilangan US$ 3 triliun PDB dan menghapus 6,5 juta pekerjaan.

"Kesepakatan ini akan merusak ekonomi kita, melumpuhkan pekerja kita, dan secara efektif mematikan industri batu bara kita," ungkap Trump kala itu.

Paris Agreement merupakan kesepakatan yang terbentuk pada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) tahun 2016.

Kesepakatan ini pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol proses mitigasi, adaptasi, dan kuangan terkait pengelolaan emisi gas rumah kaca. Paris Agreement sampai saat ini masih dianggap sebagai kesepakatan iklim komprehensif pertama di dunia.

Melalui kesepakatan ini, semua negara yang meratifikasi berharap bisa mencapai target pengurangan emisi karbondioksida (CO2) sebesar 20%, peningkatan pangsa pasar energi terbarukan menjadi 20%, dan peningkatan 20% efisiensi energi.

Selanjutnya: Ambil alih krisis AS, Biden: Kita harus hentikan perang tak beradab ini!




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×