kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

JPMorgan batasi akses AI Claude di Hong Kong


Kamis, 18 Juni 2026 / 17:05 WIB
JPMorgan batasi akses AI Claude di Hong Kong
ILUSTRASI. JPMorgan Chase & Co ( REUTERS/STEPHANIE KEITH)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Ketegangan teknologi antara Amerika Serikat dan China mulai berdampak ke sektor keuangan global. Salah satu buktinya, JPMorgan Chase menghentikan akses karyawannya di Hong Kong terhadap model kecerdasan buatan (AI) Claude yang dikembangkan oleh perusahaan AI Anthropic.

Mengutip Reuters (18/6), langkah tersebut dilakukan setelah JPMorgan meninjau ketentuan penggunaan Anthropic dalam perjanjian lisensi. Hasilnya, model Claude dihapus dari daftar model bahasa besar (large language model/LLM) yang sebelumnya dapat digunakan karyawan bank tersebut di Hong Kong.

Keputusan JPMorgan menyusul langkah serupa yang lebih dulu diambil Goldman Sachs pada April lalu. Bank investasi asal Wall Street itu juga mencabut izin penggunaan Claude bagi para bankirnya yang berbasis di Hong Kong.

Langkah dua bank besar tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian lembaga keuangan AS dalam memanfaatkan teknologi AI di tengah memanasnya persaingan geopolitik antara Washington dan Beijing.

Saat ini, model AI buatan perusahaan-perusahaan AS memang tidak tersedia di daratan China. Namun, Hong Kong masih menjadi salah satu wilayah yang dapat mengakses sejumlah model AI dengan batasan tertentu yang ditetapkan pengembang asal Amerika Serikat.

Baca Juga: Citigroup Tunda Prediksi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Tekanan terhadap ekspor teknologi AI juga semakin menguat dari pemerintah AS. Awal pekan ini, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, meminta Anthropic menghentikan ekspor model AI Mythos dan Fable ke seluruh tujuan internasional serta kepada warga negara asing.

Pemerintah AS khawatir teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang terkait dengan kepentingan intelijen militer di China, Rusia, dan negara-negara lain yang dianggap berisiko.

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan negosiasi pemerintah dengan Anthropic masih berjalan baik.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar isu teknologi, melainkan telah menjadi bagian dari persaingan strategis global yang berpotensi memengaruhi operasional perusahaan keuangan, arus data lintas negara, hingga pengembangan inovasi digital di masa depan.

Baca Juga: HSBC Kena Denda, Pengawasan Scam Jadi Sorotan


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×