CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Juru bicara Putin menjadi pejabat senior kelima Rusia yang terinfeksi virus corona


Rabu, 13 Mei 2020 / 06:07 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin. Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pejabat pemerintah menghubungkan angka kematian yang lebih rendah dan jumlah kasus yang meningkat dan besar dengan program pengujian yang luas, di mana mereka mengatakan 5,8 juta tes telah dilakukan.

Baca Juga: Corona di Italia: Kasus baru harian melorot, angka kematian naik

Di Moskow, di mana pemerintah setempat telah memerintahkan penguncian akan diterapkan sampai akhir Mei, banyak orang tampaknya berpikir pengumuman Putin menandai akhir dari pembatasan. Banyak mobil dan orang-orang yang lalu lalang di jalan.

Data yang dihimpun oleh perusahaan internet Yandex menunjukkan bahwa banyak warga Moskow telah meninggalkan rumah mereka pada hari Selasa pagi meskipun ada penguncian. Aturan baru yang diperkenalkan pada hari Selasa berarti mereka harus mengenakan masker dan sarung tangan saat berada di transportasi umum dan toko makanan.

Baca Juga: Kematian akibat corona di Inggris tembus 38.000 orang, terbanyak di Eropa

Di wilayah Rusia lainnya, beberapa salon, toko pakaian dan kafe luar ruangan dibuka kembali. Tetapi beberapa pemilik usaha kecil mengharapkan keuntungan mereka untuk mencapai tingkat pra-pandemi tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

"Setelah sebulan berada di rumah, orang tidak punya uang," kata Viktor Razzhivin, pemilik rantai toko pakaian anak-anak Limpopo di Kaliningrad, eksklave Rusia yang terjepit di antara Polandia dan Lithuania.

"Itulah sebabnya kita tidak tahu kapan kita akan menghasilkan bahkan hanya 30% dari keuntungan yang kita miliki sebelum virus corona," tambahnya.




TERBARU

[X]
×