kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.725   17,00   0,10%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Warga China ingin pindah ke Amerika atau Eropa


Selasa, 16 September 2014 / 10:10 WIB
ILUSTRASI. Cara mengaktifkan adzan otomatis di hp tanpa aplikasi.


Sumber: Bloomberg | Editor: Dessy Rosalina

LONDON. Kaum kaya raya China tidak lagi betah tinggal di negeri sendiri. Riset terbaru Barclays Plc mengungkapkan, sebagian besar jutawan asal  Tiongkok berencana hengkang dari daratan China dalam lima tahun mendatang. Alasannya, mencari kualitas pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik. 

Riset Barclays Wealth Insights pun menyebutkan, Amerika Utara dan Eropa menjadi negara idaman para jutawan China. “Faktanya adalah saat ini kaum ultra-high net worth tinggal di China dengan tujuan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya,” ujar Liam Bailey, Kepala Riset Knight Frank, mengutip Bloomberg, Senin (15/9). Alasan lain, lanjut Bailey, jutawan tetap berada di China dan tetap dekat keluarganya agar bersama-sama membesarkan bisnis.  

Catatan saja, riset dilakukan Barclays terhadap 2.000 jutawan dan investor tajir dengan kekayaan lebih dari US$ 1,5 juta. Dalam tempo lima tahun terakhir, China menggeser posisi Jerman dan Jepang dalam hal tingkat populasi kaum tajir.
 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×