kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kabar buruk bagi batubara AS, pembangkit bertenaga angin dan matahari kian murah


Senin, 15 Juli 2019 / 09:52 WIB


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kabar buruk datang menghampiri pada industri batubara Amerika Serikat. Pasalnya harga sumber energi lain macam angin dan sinar matahari kini makin murah.

Dilansir dari CNN, lembaga Energy Innovation dalam laporannya menyebut harga kedua sumber energi terbarukan tersebut mengalami penurunan dengan cepat. Sementara biaya pengoperasian pembangkit listrik bertenaga batubara justru kian menggemuk.

Dengan begitu, sebanyak 74% dari produksi listrik bertenaga batubara terancam disingkirkan oleh angin dan tenaga matahari. Jumlah tersebut setara dengan 211 gigawatt. 

Baca Juga: Ekonomi China hanya tumbuh 6,2% pada kuartal II-2019

Jumlah pembangkit listrik bertenaga batubara yang terancam pun kian tinggi pada 2025 kelak, yakni menjadi 86%.

"Pembangkit listrik bertenaga batubara AS berada dalam bahaya lebih besar dari sebelumnya. Hampir tiga perempat dari pembangkit tersebut sudah menjadi zombie," kata Mike O'Boyle, Direktur Kebijakan Kelistrikan Energy Innovation.

Padahal, industri batubara AS menjadi salah satu sektor yang dijanjikan bantuan oleh Presiden AS Donald Trump. Salah satunya dengan rencana mencabut aturan emisi batubara yang dibuat pada era Obama.

"Upaya pemerintahan Trump untuk memangkas peraturan terkait lingkungan terlalu minim dan sudah terlambat untuk menyelamatkan batubara," lanjut O'Boyle.

Baca Juga: Korea Selatan tidak lagi mengimpor minyak dari Iran

Carolina Utara, Florida, Georgia, dan Texas adalah negara bagian AS yang memiliki jumlah pembangkit batubara terbesar yang berisiko terkena tergusur oleh tenaga angin dan matahari.

Lalu pada tahun 2025, negara-negara bagian Midwestern termasuk Indiana, Michigan, Ohio dan Wisconsin diharapkan masih memiliki kapasitas batubara dalam jumlah besar di bawah tekanan dari energi terbarukan.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×