kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kanada setuju ekstradisi putri pendiri Huawei, China meradang


Sabtu, 02 Maret 2019 / 08:45 WIB
Kanada setuju ekstradisi putri pendiri Huawei, China meradang

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Pemerintah Kanada memutuskan menyetujui ekstradisi terhadap kepala pejabat keuangan Huawei Technologies Co Ltd Meng Wanzhou. Keputusan tersebut disampaikan pada hari Jumat (1/3) yang membuat China meradang.

Seperti diketahui, Meng Wanzhou merupakan putri pendiri Huawei telah ditahan di Vancouver Desember lalu dan sedang dalam tahanan rumah. Pada akhir Januari, Departemen Kehakiman AS menuduh Meng dan Huawei berkomplot melanggar sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.


Meng dijadwalkan tampil di pengadilan Vancouver pada pukul 10 pagi waktu Pasifik pada 6 Maret. Waktu tersebut merupakan waktu yang ditetapkan untuk persidangan ekstradisi bagi Meng.

"Hari ini, pejabat departemen Kehakiman Kanada mengeluarkan wewenang untuk melanjutkan, secara formal memulai proses ekstradisi dalam kasus Meng Wanzhou," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters.

Hubungan China dan Kanada memburuk pasca penangkapan Meng tahun lalu. Atas keputusan Kanada tersebut, China bereaksi keras dengan mengecam keputusan tersebut dan mengulangi tuntutan sebelumnya untuk pembebasan Meng.

Juru bicara Departemen Kehakiman AS Nicole Navas Oxman mengatakan, Washington berterima kasih kepada pemerintah Kanada atas bantuannya. "Kami sangat menghargai komitmen teguh Kanada terhadap aturan hukum," katanya dalam sebuah pernyataan.

Para ahli hukum telah memperkirakan pemerintah Liberal Perdana Menteri Justin Trudeau akan memberikan lampu hijau untuk proses ekstradisi, mengingat hubungan yudisial yang erat antara Kanada dan Amerika Serikat.

Tapi itu bisa bertahun-tahun sebelum Meng dikirim ke Amerika Serikat, karena sistem peradilan Kanada yang lamban memungkinkan banyak keputusan untuk diajukan banding.

Keputusan akhir kemungkinan akan jatuh pada menteri kehakiman federal, yang akan menghadapi pilihan yang membuat marah Amerika Serikat dengan menolak tawaran ekstradisi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Reuters pada bulan Desember lalu bahwa ia akan melakukan intervensi jika itu terkait dengan kepentingan keamanan nasional atau membantu menutup kesepakatan perdagangan dengan China.

Ini mendorong Ottawa berkomentar keras kepada Washington dengan menekankan bahwa proses ekstradisi tidak boleh dipolitisasi. Pekan lalu Trump menolak gagasan untuk mencabut tuduhan.

Setelah penahanan Meng, China menangkap dua orang warga Kanada dengan alasan keamanan nasional, dan pengadilan China kemudian menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang pria Kanada yang sebelumnya hanya dipenjara karena penyelundupan narkoba.



TERBARU

[X]
×