kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kapal tanker minyak Iran diduga terkena serangan rudal


Jumat, 11 Oktober 2019 / 16:06 WIB

Kapal tanker minyak Iran diduga terkena serangan rudal
ILUSTRASI. Kapal tanker minyak, Caspian Galaxy, duduk berlabuh di dekat pantai Amuay, di Punto Fijo, Venezuela, 30 Maret 2017. Foto diambil 30 Maret 2017.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebab ledakan terhadap kapal tanker minyak Iran di dekat pantai Saudi pada hari Jumat (11/10) semakin terang.

Kapal tanker minyak tersebut diduga kuat terkena serangan rudal dan merupakan kapal Iran pertama yang ditargetkan sejak serentetan serangan di Teluk yang dituding dimulai oleh Teheran.

Baca Juga: Makin panas, kapal tanker minyak Iran rusak akibat ledakan dekat pelabuhan Arab Saudi

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% akibat pemberitaan tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran pasokan minyak akan berkurang karena ketegangan tersebut. Apalagi bulan lalu, dua fasilitas minyak mentah milik Arab Saudi juga diserang.

Perusahaan Tanker Nasional Iran, pemilik kapal tersebut mengatakan, dalam kejadian ini, lambung kapal Sabiti dihantam oelh dua ledakan terpisah di lepas pantai Saudi.  "Ledakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh serangan rudal," tulis kantor berita AFP.

Dua ledakan itu terjadi secara terpisah saat kapal itu berada di jarak sekitar 100 kilometer atau 60 mil di lepas pantai Arab Saudi.

Baca Juga: Harga minyak melejit hampir 2% setelah ledakan tanker Iran

Sejauh ini, semua awak kapal dan kondisi kapal masih stabil. Bahkan sejumlah awak kapal tengah berupaya memperbaiki kerusakan.  Namun minyak yang diangkut kapal tersebut bocor ke laut merah di lepas pantai pelabuhan utama Saudi di Jeddah.

Menurut televisi pemerintah Iran, ledakan itu kemungkinan dilakukan oleh teroris.

Berita ini juga mengangkat harga Brent 2,3% menjadi US$ 60,46, sementara West Texas Intermediate melonjak 2,1% menjadi US$ 54,69.

Ledakan tersebut terjadi hanya beberapa minggu setelah dua instalasi minyak terbesar Arab Saudi diserang dan memusnahkan 5% produksi minyak global.

Baca Juga: Tegang lagi, kawasan Teluk sudah memanas sejak bulan Mei


Sumber : AFP
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×