kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.308   97,00   0,56%
  • IDX 7.393   -148,76   -1,97%
  • KOMPAS100 1.007   -24,35   -2,36%
  • LQ45 718   -18,13   -2,46%
  • ISSI 268   -5,16   -1,89%
  • IDX30 394   -7,50   -1,87%
  • IDXHIDIV20 484   -8,04   -1,63%
  • IDX80 113   -2,76   -2,40%
  • IDXV30 140   -1,22   -0,86%
  • IDXQ30 126   -2,39   -1,86%

Kasus corona melonjak, Afrika Selatan kembali larang peredaran minuman beralkohol


Senin, 13 Juli 2020 / 08:27 WIB
ILUSTRASI. Upaya penyebaran virus corona di Afrika Selatan. (BBC)


Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Upaya menahan penyebaran virus ini tentunya harus dibayar mahal. Ekonomi Afrika Selatan kini sudah mengalami resesi dan terus mengalami penurunan. Angka pengangguran meningkat sampai di atas 30%.

Bulan Juni lalu pemerintah mulai berani memberikan keringanan dengan membuka kembali perkantoran sehingga warganya bisa kembali bekerja. Penjualan alkohol kembali diizinkan hanya di sejumlah gerai berlisensi, itupun hanya selama 4 jam seminggu.

Dibuka kembali aktivitas ini justru berakibat fatal. Angka kasus COVID-19 terus meningkat dalam waktu cepat. Sekarang Afrika Selatan menyumbang 40% kasus COVID-19 di benua Afrika, sebanyak 276.242.

Sudah ada 4.079 kematian yang tercatat sampai saat ini. Sebanyak 25% di antaranya bahkan terjadi dalam seminggu terakhir.

Hal ini membuat Afrika Selatan jadi salah satu pusat penyebaran virus paling berbahaya di dunia. Membuatnya jadi negara terparah kesembilan di dunia.

Baca Juga: Corona di Australia bertambah karena staf di dua hotel ini hubungan seks dengan tamu




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×