Kasus corona melonjak, Malaysia bisa perketat kembali Perintah Kontrol

Rabu, 13 Mei 2020 | 18:20 WIB Sumber: Channelnewsasia.com
Kasus corona melonjak, Malaysia bisa perketat kembali Perintah Kontrol

ILUSTRASI. Sebuah keluarga berlari di sebuah taman dekat Menara Kembar Petronas ketika Malaysia membuka kembali sebagian besar bisnis, setelah Perintah Kontrol Gerakan berlaku untuk melawan wabah penyakit virus corona baru (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Me


KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Pemerintah Malaysia bisa kembali memperketat Perintah Pengendalian Gerakan (MCO) setelah 18 Mei, jika ada lonjakan jumlah kasus baru virus corona.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan, 18 Mei akan menandai akhir dari masa inkubasi 14 hari sejak penerapan MCO bersyarat pada 4 Mei lalu.

“Kami sekarang mengamati situasi sehari-hari. Kami akan membuat keputusan di masa mendatang," katanya dalam konferensi pers, Rabu (13/5), seperti dikutip Reuters.

“Kami telah melihat hasil MCO, yang menunjukkan perataan kurva. Adapun MCO bersyarat, kami belum melihat hasilnya. Hasilnya akan mulai (menjadi lebih jelas) pada 18 Mei," ujar dia.

Baca Juga: Selamat, Thailand laporkan nol kasus baru corona sejak 9 Maret

Sesuai MCO bersyarat yang Perdana Menteri Muhyiddin Yassin umumkan pada 1 Mei, hampir semua sektor ekonomi boleh kembali beroperasi dengan kapasitas penuh, dengan prosedur operasi standar yang ketat, mulai 4 Mei.

Keputusan Perdana Menteri untuk mengurangi pembatasan mendapat kecaman, termasuk dari mantan Menteri Kesehatan Dzulkefly Ahmad yang mengatakan, itu terlalu cepat. Dan, mungkin ada gelombang kasus lain sebagai hasilnya.

“Jika (jumlah) kasus masih dalam kendali kami, (kami) dapat membuka lebih banyak sektor. Tetapi, jika kasus terus meningkat, maka kami harus membalikkan keputusan kami," kata Noor Hisham.

Dia menekankan, sekarang tergantung pada publik untuk memastikan hasil yang menguntungkan dari pelaksanaan MCO bersyarat.

Baca Juga: Saat pembatasan dilonggarkan, kasus corona di Singapura tembus 25.000

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru