kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Kasus corona tembus 2.000, Afrika Selatan berlakukan lockdown 21 hari


Kamis, 26 Maret 2020 / 10:14 WIB
Kasus corona tembus 2.000, Afrika Selatan berlakukan lockdown 21 hari
ILUSTRASI. Warga mengantre di supermarket Johannesberg, Afrika Selatan. REUTERS/Siphiwe Sibeko

Sumber: Time,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JOHANNESBURG. Afrika Selatan memberlakukan penguncian nasional selama 21 hari mulai dari tengah malam pada hari Kamis (26/3/2020) untuk mencoba menahan penyebaran wabah virus corona. Hal itu diungkapkan oleh Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa setelah jumlah kasus yang dikonfirmasi terus melonjak.

Melansir Reuters, Ramaphosa mengatakan dalam pidatonya bahwa Afrika Selatan perlu meningkatkan tanggapannya secara dramatis untuk mengurangi penyebaran infeksi.

"Dari tengah malam pada Kamis 26 Maret hingga tengah malam pada Kamis 16 April, semua warga Afrika Selatan harus tinggal di rumah," kata Ramaphosa.

Baca Juga: WHO: Ada 10 negara terlibat dalam uji klinis 4 obat virus corona

Orang-orang masih dapat pergi keluar untuk mencari perawatan medis, membeli makanan atau mengumpulkan hibah sosial.

"Kebijakan ini akan memiliki dampak yang besar pada mata pencaharian masyarakat, pada kehidupan masyarakat kita dan ekonomi kita. Namun harga yang harus dibayar oleh manusia untuk menunda tindakan ini akan jauh, jauh lebih besar," katanya seperti yang dilansir Reuters.

Ramaphosa mengatakan pekerja kesehatan, personel darurat dan layanan keamanan akan termasuk di antara mereka yang dibebaskan dari penguncian.

Baca Juga: Perangi Wabah Corona, Artis Hingga Pemilik Konglomerasi Berikan Donasi

Semua toko dan bisnis akan ditutup kecuali untuk apotek, laboratorium, bank, Bursa Efek Johannesburg, supermarket, pompa bensin dan penyedia layanan kesehatan.

Tentara akan dikerahkan untuk mendukung pihak kepolisian, dan para pelancong internasional yang tiba di Afrika Selatan setelah 9 Maret dari negara-negara "berisiko tinggi" akan dikurung di hotel mereka sampai mereka menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

Sementara itu, data Time menunjukkan, kasus virus corona bertambah lagi sebanyak 554 pada hari Selasa. Ini merupakan kasus terbanyak dari negara mana pun di Afrika. Sekitar 43 dari 54 negara di benua itu sekarang mencatatkan kasus corona, dengan total kasus mencapai 2.046.

Baca Juga: Kini, pengguna WhatsApp bisa kirim pesan langsung ke WHO untuk informasi virus corona

Mengutip Time, pemerintah Ethiopia mengatakan dalam proposal ke forum global G20 untuk kerja sama ekonomi menjelang KTT G20, Afrika membutuhkan paket pembiayaan darurat senilai US$ 150 miliar.

"Covid-19 merupakan ancaman eksistensial terhadap ekonomi negara-negara Afrika," kata proposal itu. Ini juga mengusulkan bahwa semua pembayaran bunga untuk pinjaman pemerintah, dan bagian dari utang negara-negara berpenghasilan rendah, harus dihapuskan.

Baca Juga: Ekspor ke Swiss dan Qatar naik, Core: Lihat potensi ke negara non-tradisional lainnya

Rwanda dan Tunisia juga telah mengumumkan penutupan. Di Afrika Selatan, panic buying terjadi meski pihak berwenang berusaha meyakinkan masyarakat bahwa makanan tidak akan habis.

Nelson Pombo, yang mengelola supermarketnya sendiri di Johannesburg, mengatakan ia berharap dapat membuat lebih banyak penjualan selama penutupan karena orang berusaha menghindari supermarket yang lebih besar, di mana jarak sosial sulit.

"Orang akan terlalu takut untuk pergi ke toko-toko besar untuk menghindari virus," katanya kepada Time. "Aku juga akan menyemprotkan tangan dengan pembersih untuk memastikan mereka aman di toko." 

Baca Juga: Kasus paling sedikit, ini cara negara Afrika perangi virus corona

Namun, bercampur dengan kepercayaan dirinya, ada kekhawatiran bahwa beberapa pemasok akan menaikkan harga karena permintaan yang tinggi.

Pekerja di seluruh Afrika Selatan akan diminta untuk tinggal di rumah kecuali mereka yang berada dalam layanan penting termasuk perawatan kesehatan dan keamanan serta produksi dan distribusi makanan, utilitas dan produk medis.



TERBARU

[X]
×