Kasus Covid-19 Tembus 170.000, PM Korea Selatan Minta Warga Tidak Panik

Rabu, 23 Februari 2022 | 12:39 WIB Sumber: Reuters
Kasus Covid-19 Tembus 170.000, PM Korea Selatan Minta Warga Tidak Panik

ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker untuk mencegah tertular Covid-19 berjalan di jalan di pusat Kota Seoul, Korea Selatan, 5 Januari 2022. REUTERS/Heo Ran.


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Perdana Menteri Kim Boo-kyum pada Rabu (23/2) meminta warga Korea Selatan untuk tidak panik tentang lonjakan besar dalam infeksi Covid-19, menyusul kasus harian melewati 170.000 untuk pertama kali.

Kasus serius dan kematian berada pada tingkat yang bisa dikelola, meskipun ada rekor kasus akibat varian Omicron yang sangat menular, Perdana Menteri Kim mengatakan dalam pertemuan tim respons pandemi Covid-19.

"Meskipun kesadaran dan penerapan aturan anti-Covid kita tidak boleh dilonggarkan, tidak ada alasan sama sekali untuk takut atau panik tentang jumlah kasus baru seperti di masa lalu," katanya, seperti dikutip Reuters.

Korea Selatan melaporkan 171.452 kasus baru pada Selasa (22/2), rekor tertinggi baru dan peningkatan tajam dari 99.573 sehari sebelumnya, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) mengumumkan pada Rabu (23/2).

Baca Juga: Korea Selatan Setujui Tambahan Anggaran untuk Hadapi Dampak Lanjutan Covid-19

Kematian akibat Covid-19 perlahan-lahan meningkat, mencapai rekor tertinggi 99 pada Selasa.

Tetapi, pihak berwenang Korea Selatan menyatakan, data menunjukkan, orang yang terinfeksi varian Omicron hampir 75% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit serius atau meninggal dibanding Delta.

Sebuah studi oleh KDCA terhadap sekitar 67.200 kasus sejak Desember menunjukkan, tingkat keparahan dan kematian varian Omicron rata-rata masing-masing 0,38% dan 0,18%, dibandingkan dengan 1,4% dan 0,7% untuk kasus delta.

Baca Juga: WHO Pantau dengan Cermat Omicron BA.2 dan Minta Semua Negara Terus Waspada, Ada Apa?

Menurut Kim, pemerintah akan melonggarkan aturan jarak sosial setelah puncak gelombang kasus saat ini, dengan beberapa ahli memperkirakan mungkin terjadi pada pertengahan Maret nanti.

"Penyebaran Omicron masih berpacu ke puncaknya, tapi setelah dipastikan kasus yang parah dan kematian bisa dikelola secara stabil, kami akan mereformasi kerangka luas kebijakan karantina anti-virus termasuk jarak sosial," ujar Kim.

Aturan saat ini termasuk mandat pemakaian masker di tempat umum, tiket vaksin untuk lokasi dan acara tertentu, batas enam orang untuk pertemuan pribadi, jam operasional hingga 10 malam untuk restoran, dan karantina tujuh hari untuk kedatangan internasional.

Korea Selatan telah melaporkan total 2,3 juta kasus sejak pandemi, dengan 7.607 kematian.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru