WHO Pantau dengan Cermat Omicron BA.2 dan Minta Semua Negara Terus Waspada, Ada Apa?

Rabu, 23 Februari 2022 | 12:17 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
WHO Pantau dengan Cermat Omicron BA.2 dan Minta Semua Negara Terus Waspada, Ada Apa?

ILUSTRASI. Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus SARS-CoV-2 (TAG-VE), Selasa (22/2/2022), bertemu untuk membahas bukti terbaru tentang varian Omicron, termasuk garis keturunan BA.1 dan BA.2. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO akan terus memantau dengan cermat garis keturunan BA.2 dari varian Omicron dan meminta negara-negara untuk terus waspada.

Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus SARS-CoV-2 (TAG-VE), Selasa (22/2), bertemu untuk membahas bukti terbaru tentang varian Omicron, termasuk garis keturunan BA.1 dan BA.2.

"TAG-VE menekankan, BA.2 harus terus dipantau sebagai subgaris yang berbeda dari Omicron oleh otoritas kesehatan masyarakat," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang Kontan.co.id terima, Rabu (23/2).

Omicron terdiri dari beberapa garis keturunan. Menurut WHO, yang paling umum adalah BA.1, BA.1.1 atau Nextstrain clade 21K, dan BA.2 atawa Nextstrain clade 21L. 

Baca Juga: 80 Balita Meninggal Akibat Covid, Ini Gejala Omicron pada Anak Menurut Ikatan Dokter

Pada tingkat global, WHO mengungkapkan, proporsi sequences yang dilaporkan ke GISAID menunjukkan, BA.2 telah meningkat dibanding BA.1 dalam beberapa minggu terakhir. 

Lembaga di bawah naungan PBB itu menjelaskan, BA.2 berbeda dari BA.1 dalam urutan genetik, termasuk beberapa perbedaan asam amino dalam protein spike dan protein lainnya.

Penelitian menunjukkan, BA.2 memiliki keunggulan penularan dibandingkan dengan BA.1. Studi lain sedang berlangsung untuk memahami alasan keunggulan penularan BA.2. 

Baca Juga: 2.484 Pasien Meninggal di Masa Omicron, Mayoritas Tanpa Komorbid dan Banyak Balita

Tetapi, data awal memperlihatkan, BA.2 secara inheren lebih menular dari BA.1 yang saat ini tetap menjadi sublineage Omicron paling umum yang dilaporkan.

TAG-VE juga melihat data awal uji coba laboratorium dari Jepang yang menggunakan model hewan tanpa kekebalan terhadap SARS-CoV-2 yang menyoroti BA.2 bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah pada hamster dibanding BA.1. 

TAG-VE juga mempertimbangkan data tentang tingkat keparahan klinis dari Afrika Selatan, Inggris, dan Denmark yang menunjukkan, tidak ada perbedaan tingkat keparahan antara BA.2 dan BA.1 .

"WHO akan terus memantau dengan cermat garis keturunan BA.2 sebagai bagian dari Omicron dan meminta negara-negara untuk terus waspada," sebut WHO.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru