Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kasus influenza atau flu meningkat tajam di seluruh Amerika Serikat seiring tingginya mobilitas perjalanan dan pertemuan selama libur akhir tahun. Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan laju infeksi tahun ini lebih cepat dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Perkiraan yang dirilis CDC pada Selasa mencatat sedikitnya 7,5 juta kasus flu, 81.000 rawat inap, dan 3.100 kematian sejak musim flu dimulai. Para ahli memperingatkan angka tersebut masih berpotensi terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.
Pakar kesehatan masyarakat menyebut perjalanan liburan, rendahnya tingkat vaksinasi, serta maraknya misinformasi sebagai faktor utama lonjakan kasus.
Baca Juga: Ledakan Guncang Caracas Venezuela, Listrik Padam di Dekat Pangkalan Militer
Dari 275 sampel virus yang dikumpulkan sejak 28 September 2025 dan dianalisis secara genetik oleh CDC, sekitar 89,5 persen termasuk dalam subklade K, yang merupakan varian dari virus influenza A(H3N2).
Ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Andrew Pekosz, mengatakan salah satu hal yang mengkhawatirkan musim flu tahun ini adalah kecepatan penyebaran virus setelah memasuki suatu negara bagian atau wilayah tertentu.
Ia menambahkan, data eksperimental dan analisis genetik menunjukkan virus tersebut memiliki beberapa mutasi yang memungkinkan untuk menghindari sebagian kekebalan yang sudah ada di masyarakat.
CDC melaporkan lebih dari 19.000 pasien flu dirawat di rumah sakit pada pekan yang berakhir 20 Desember, meningkat sekitar 10.000 pasien dibandingkan pekan sebelumnya.
Selain itu, lima kematian anak akibat flu dilaporkan dalam sepekan terakhir, sehingga total kematian anak pada musim flu 2025–2026 menjadi delapan kasus.
Dokter spesialis penyakit menular senior di Mass General Brigham, Daniel Kuritzkes, mengatakan musim flu kali ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, meski belum ada bukti bahwa tingkat keparahan per pasien lebih tinggi.
Meski indikator keparahan masih relatif rendah, CDC memperkirakan aktivitas flu akan terus berlanjut selama beberapa minggu ke depan. Lembaga tersebut mengimbau semua orang berusia enam bulan ke atas yang belum menerima vaksin flu untuk segera divaksinasi.
Para ahli juga menekankan bahwa meskipun terdapat ketidaksesuaian antara vaksin dan varian virus yang beredar, vaksinasi tetap penting karena dapat memicu antibodi yang membantu melawan infeksi.
Baca Juga: Melinda French Gates: Dari Nasihat Tak Terduga hingga Karier di Microsoft
“Kami tahu vaksin bukan pasangan yang sempurna untuk strain ini karena virus flu telah sedikit bermutasi,” ujar Eric Ascher, dokter keluarga di Lenox Hill Hospital, New York.
CDC mencatat sekitar 130 juta dosis vaksin flu telah didistribusikan di Amerika Serikat pada musim ini.
Profesor dari Duke University, Cameron Wolfe, mengatakan interaksi sosial selama liburan hampir pasti meningkatkan penularan, dan hingga kini belum terlihat tanda perlambatan pertumbuhan kasus.












