kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.036   53,00   0,29%
  • IDX 6.170   -26,53   -0,43%
  • KOMPAS100 805   -6,15   -0,76%
  • LQ45 611   -3,83   -0,62%
  • ISSI 213   -0,70   -0,33%
  • IDX30 344   -2,09   -0,60%
  • IDXHIDIV20 426   -2,72   -0,64%
  • IDX80 92   -0,66   -0,71%
  • IDXV30 116   -0,66   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,87   -0,79%

Kasus harian corona tembus tiga digit, Malaysia: Jangan lakukan pukulan tinju


Selasa, 08 September 2020 / 19:08 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria yang mengenakan masker mengendarai sepeda yang dihiasi bendera Malaysia, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Kuala Lumpur, Malaysia, 18 Agustus 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia mengingatkan masyarakat untuk menghindari kontak fisik, termasuk benturan tangan sebagai bentuk salam, menyusul kasus harian virus corona baru naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Benturan tinju, di mana dua orang mengepalkan tangan mereka kemudian saling bersentuhan satu sama lain secara singkat, telah menggantikan jabat tangan tradisional yang populer, saat orang-orang di seluruh dunia berusaha membatasi penyebaran virus corona.

Namun, Malaysia menyatakan, segala bentuk kontak fisik menghadirkan risiko infeksi, dan mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak setidaknya satu meter.

"Inilah mengapa, kami mengatakan kepada orang-orang, untuk tidak melakukan pukulan tinju," kata Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah kepada wartawan, Selasa (8/9), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Tertinggi sejak awal Juni, Malaysia laporkan 62 kasus baru virus corona

Malaysia mencatat peningkatan tiga digit dalam infeksi baru untuk pertama kalinya sejak awal Juni lalu, dengan 100 kasus virus corona terkonfirmasi pada Selasa (8/9). Alhasil, total kasus virus corona di negeri jiran menjadi 9.559, termasuk 128 kematian.

Malaysia sejauh ini menghindari tingkat wabah yang terlihat di negara tetangga Filipina dan Indonesia, yang masing-masing memiliki 241.987 dan 200.035 kasus. Angka kematian di Indonesia sebanyak 8.230 yang tertinggi di Asia Tenggara.

Selanjutnya: Malaysia tambah 9 negara termasuk AS dalam daftar larangan masuk, ada apa?




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×