kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,81   2,76   0.34%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kasus harian melonjak lagi, Boris Johnson akan tunda akhiri pembatasan Covid-19


Senin, 14 Juni 2021 / 10:22 WIB
Kasus harian melonjak lagi, Boris Johnson akan tunda akhiri pembatasan Covid-19
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan infeksi varian Delta yang cepat menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah Inggris. Bahkan, kekhawatiran tersebut disebut akan mempengaruhi keputusan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mengakhiri pembatasan Covid-19 di negara tersebut.

Mengutip Reuters, pelonggaran pembatasan awalnya akan dilakukan pada 21 Juni mendatang. Hanya saja, dengan kondisi yang terjadi saat ini, kemungkinan rencana tersebut akan ditunda.

Johnson pun tidak menyangkal bahwa akhir penguncian akan ditunda hingga satu bulan ke depan. Ia juga mengatakan dalam beberapa hari terakhir ada "kekhawatiran serius" tentang meningkatnya infeksi dan rawat inap di Inggris.

"Kami terus melihat data, tidak ada keputusan akhir yang diambil dan waktu yang tepat untuk memberi tahu semua orang tentang apa yang akan kami lakukan pada 21 Juni," kata Johnson kepada wartawan seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/6).

Baca Juga: Biden: Ratu Elizabeth bertanya tentang Putin dan Xi Jinping

Hingga hari Minggu (13/6), Inggris mencatat 7.490 kasus Covid-19 baru dan delapan kasus kematian. Ini membuat jumlah infeksi baru meningkat hampir 50% pada periode 7 Juni dan 13 Juni, dibandingkan dengan pekan sebelumnya. 
 

Sementara itu, rawat inap naik 15% pada pekan yang berlangsung antara 2 Juni dan 8 Juni, dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya.

Sebagai informasi, Inggris sebenarnya merupakan salah satu negara yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 tercepat. Saat ini lebih dari 41 juta orang telah mendapatkan suntikan pertamanya. Selain itu, hampir 30 juta menerima kedua dosis atau sekitar 56% dari populasi orang dewasa di negara tersebut.

 

Selanjutnya: Korea Selatan gelar latihan militer di Pulau Dokdo pekan ini

 




TERBARU

[X]
×