kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Kasus virus corona di AS meningkat lagi, CDC desak penanganan pandemi sangat serius


Sabtu, 27 Februari 2021 / 13:48 WIB
ILUSTRASI. Lila Blanks memegang peti mati suaminya, Gregory Blanks, 50, yang meninggal karena virus corona (COVID-19), menjelang pemakamannya di San Felipe, Texas, AS, Selasa (26/1/2021). REUTERS/Callaghan O'Hare


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) Dr. Rochelle Walensky mengatakan pada Jumat (26/2), penurunan kasus virus corona baru-baru ini mungkin terhenti.

Walensky menyebutkan, jumlah kasus virus corona di AS meningkat dalam tiga hari terakhir, dan penurunan angka rawat inap serta kematian akibat Covid-19 juga "berpotensi mendatar pada jumlah yang masih sangat tinggi".

Dia melukiskan gambaran kritis tentang keadaan pandemi saat ini di negeri uak Sam. “Segalanya renggang. Sekarang bukan waktunya untuk melonggarkan larangan," katanya kepada wartawan, seperti dikutip Reuters. 

"Angka kasus, rawat inap di rumah sakit, dan kematian, semuanya tetap sangat tinggi, dan perubahan pandemi baru-baru ini harus ditanggapi dengan sangat serius," tegas Walensky. 

Baca Juga: WHO: Vaksin hanyalah salah satu bagian dari puzzle, jalan masih panjang

Negara bagian dan kota di AS secara bertahap mencabut pembatasan dalam beberapa pekan terakhir. Kota New York membuka kembali ruang makan dalam ruangan awal bulan ini dan Massachusetts berencana untuk menghapus batasan kapasitas restoran mulai Maret. 

Montana dan Iowa mencabut persyaratan masker di seluruh negara bagian awal bulan ini, sementara perintah kewajiban memakai masker di Dakota Utara berakhir pada Januari lalu.

Swasta bantu memerangi pandemi 

Gedung Putih mendesak perusahaan pada hari Jumat untuk bergabung dalam upaya membantu memerangi pandemi dengan mewajibkan pemakaian topeng oleh karyawan dan mendidik pelanggan.

Baca Juga: 6 Tempat dengan risiko tinggi penularan virus corona menurut WHO




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×