Kata Putin Soal Kemungkinan Mencapai Kesepakatan Damai dengan Ukraina

Rabu, 20 Juli 2022 | 13:20 WIB Sumber: Reuters
Kata Putin Soal Kemungkinan Mencapai Kesepakatan Damai dengan Ukraina

ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin bicara soal kemungkinan mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow tidak melihat keinginan apa pun dari Ukraina untuk memenuhi persyaratan perdamaian sejak dari awal Maret 2022. Hal itu dikatakan Putin saat berbicara kepada wartawan setelah kunjungan ke Iran.

Saat ditanyakan soal kemungkinan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Putin mengatakan bahwa Kyiv tidak berpegang pada persyaratan kesepakatan damai awal yang dia katakan telah secara praktis tercapai pada Maret, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Hasil akhir tentu saja, tergantung pada kemauan para pihak untuk melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai. Hari ini kita melihat kekuatan di Kyiv tidak memiliki keinginan seperti itu," ujar Putin menjelaskan.

Negosiasi Rusia Ukraina berlangsung pada bulan Maret, dengan kedua belah pihak membuat proposal tetapi tanpa terobosan. Saat itu, Zelenskiy mengatakan hanya hasil konkrit dari pembicaraan yang dapat dipercaya.

Baca Juga: Putin Lakukan Pembicaraan dengan Iran dan Turki, Ini yang Dibahas

Putin bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada hari Selasa, memperdalam hubungan antara kedua negara yang sama-sama berada di bawah sanksi Barat.

Selama kunjungan ke Iran, Putin juga bertemu dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk membahas kesepakatan yang akan melanjutkan ekspor gandum Laut Hitam Ukraina, yang sekarang diblokade oleh Rusia.

Rusia siap  memfasilitasi ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam, tetapi juga ingin pembatasan yang tersisa pada ekspor biji-bijian Rusia dihapus, kata Putin.

Baca Juga: Intelijen Inggris: Saat Ini Rusia Bergantung Pada Tentara Bayaran

Pada hari Selasa pemimpin Rusia itu mengatakan belum semua masalah telah diselesaikan pada pengiriman biji-bijian, "tetapi fakta bahwa ada pergerakan sudah bagus," imbuhnya.

Itu adalah pertemuan langsung pertama Putin dengan seorang pemimpin NATO sejak pasukan Rusia menyerbu dan merupakan pesan tajam ke Barat tentang rencana Rusia untuk menjalin hubungan strategis yang lebih dekat dengan Iran, China dan India untuk membantu mengimbangi sanksi Barat yang dikenakan atas invasi tersebut.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru