Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintah China memberi lampu hijau kepada tiga perusahaan teknologi terbesarnya, yakni ByteDance, Alibaba, dan Tencent, untuk membeli chip kecerdasan buatan Nvidia H200.
Hal tersebut diungkapkan oleh empat sumber Reuters yang mengetahui langsung kebijakan tersebut.
Persetujuan ini menandai perubahan sikap Beijing, yang kini berupaya menyeimbangkan kebutuhan pengembangan AI nasional dengan ambisi membangun industri semikonduktor dalam negeri.
Ketiga perusahaan tersebut disetujui untuk membeli lebih dari 400.000 unit chip H200 secara total. Sementara itu, sejumlah perusahaan teknologi lain juga dikabarkan sudah mengantre untuk mendapatkan persetujuan berikutnya. Para sumber menyampaikan informasi ini dengan syarat anonim karena sensitivitas kebijakan.
Namun, izin tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Pemerintah China masih merumuskan ketentuan yang akan melekat pada setiap persetujuan impor. Bahkan, seorang sumber menyebutkan bahwa aturan yang diterapkan terlalu ketat sehingga sebagian perusahaan belum mengonversi izin tersebut menjadi pesanan resmi.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Dekati US$5.600 per Ons Kamis (29/1), Investor Berburu Aset Aman
Persetujuan ini disebut-sebut diberikan bertepatan dengan kunjungan CEO Nvidia Jensen Huang ke China pekan ini. Hingga berita ini diturunkan, Kementerian terkait di China, Nvidia, serta ByteDance, Alibaba, dan Tencent belum memberikan komentar resmi.
Pembelian Dibatasi, Dorong Chip Lokal
Sebelumnya, pejabat China telah mengingatkan perusahaan teknologi domestik agar hanya membeli chip asing jika benar-benar diperlukan. Salah satu skema yang sempat dibahas adalah mewajibkan setiap pembelian chip H200 Nvidia dibundel dengan pembelian chip buatan dalam negeri dalam rasio tertentu.
Chip H200, yang merupakan chip AI tercanggih kedua milik Nvidia, telah menjadi titik panas dalam hubungan dagang Amerika Serikat–China. Meski permintaan dari perusahaan China sangat tinggi dan AS telah memberikan izin ekspor, hambatan utama justru datang dari kehati-hatian Beijing sendiri.
Amerika Serikat awal bulan ini secara resmi mengizinkan Nvidia menjual H200 ke China. Namun, otoritas China tetap memegang keputusan akhir terkait masuknya chip tersebut ke pasar domestik.
Bahkan, otoritas bea cukai China sempat menyampaikan bahwa chip H200 tidak diizinkan masuk, meski perusahaan-perusahaan teknologi China dilaporkan telah memesan lebih dari dua juta unit, jauh melebihi stok Nvidia yang tersedia.
Tonton: Antam (ANTM) Buka Suara Soal Potensi Ambil Alih Tambang Agincourt
Prioritaskan Raksasa Internet
Persetujuan ini menunjukkan Beijing kemungkinan memprioritaskan perusahaan internet besar, yang tengah menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun pusat data guna mengembangkan layanan AI dan bersaing dengan pemain global seperti OpenAI.
Meski perusahaan lokal seperti Huawei telah mengembangkan chip AI yang mampu menyaingi Nvidia H20, chip tercanggih yang sebelumnya boleh dijual ke China, kemampuannya masih tertinggal jauh dari H200. Chip H200 disebut memiliki kinerja sekitar enam kali lebih tinggi dibanding H20.
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Powell: Inflasi Masih Tinggi tapi Terkendali
Ke depan, masih belum jelas berapa banyak perusahaan lain yang akan memperoleh persetujuan, serta kriteria apa yang digunakan pemerintah China dalam menentukan penerima izin.












