kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.005   14,00   0,08%
  • IDX 7.057   -39,62   -0,56%
  • KOMPAS100 972   -4,34   -0,44%
  • LQ45 715   -3,78   -0,53%
  • ISSI 251   0,95   0,38%
  • IDX30 388   -2,90   -0,74%
  • IDXHIDIV20 489   -0,24   -0,05%
  • IDX80 110   -0,28   -0,25%
  • IDXV30 135   0,99   0,74%
  • IDXQ30 127   -0,91   -0,71%

Kedelai dan Jagung Naik Dipicu Konflik Iran dan Kekeringan di AS


Senin, 30 Maret 2026 / 09:27 WIB
Kedelai dan Jagung Naik Dipicu Konflik Iran dan Kekeringan di AS
ILUSTRASI. Kacang kedelai (dok/Tribunnews.com)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga kedelai dan jagung di Chicago menguat pada Senin (30/3/2026), memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya, seiring naiknya harga minyak mentah akibat melebar konflik AS-Israel dengan Iran yang mendorong pasar energi.

Gandum juga menguat setelah sebelumnya ditutup relatif stabil.

Dukungan tambahan datang dari cuaca kering di beberapa wilayah pertanian utama di Amerika Serikat.

Baca Juga: Serangan Iran Guncang Pasar Logam, Harga Aluminium Meroket Tajam!

“Cuacanya sangat kering di AS,” kata Dennis Voznesenski, analis di Commonwealth Bank dilansir dari Reuters.

“Kedua faktor ini memengaruhi harga, yakni perang Iran dan kekeringan di AS.”

Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade naik 0,2% menjadi US$11,62 per bushel pada pukul 02.01 GMT, jagung bertambah 0,3% menjadi US$4,63-1/2 per bushel, dan gandum naik 0,3% menjadi US$6,06-1/2 per bushel.

Harga minyak terus menguat, dengan Brent menuju kenaikan bulanan tertinggi, setelah kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan pertama mereka ke Israel selama akhir pekan, memperluas perang AS-Israel dengan Iran di Timur Tengah.

Baca Juga: Trump Ingin Ambil Minyak Iran, Pasar Global Hadapi Risiko Krisis Energi

Produk pertanian seperti kedelai dan jagung sering mengikuti arah pasar energi karena peningkatan penggunaan bahan baku pertanian untuk biofuel.

Pemerintahan Trump memerintahkan penyuling AS pada Jumat lalu untuk mencampur jumlah biofuel rekor ke dalam bensin dan diesel tahun ini dan tahun depan, langkah yang dimaksudkan untuk membantu petani, meski industri penyulingan menyatakan hal ini justru akan menaikkan harga BBM yang sudah melonjak akibat perang di Iran.

Kenaikan harga energi dan pupuk menimbulkan kekhawatiran terhadap produksi tanaman.

Konflik ini mengganggu rencana tanam petani AS, menghasilkan luas lahan jagung lebih sedikit dan penanaman gandum musim semi terendah sejak 1970, karena kenaikan biaya pupuk dan bahan bakar serta harga biji-bijian yang rendah menurunkan prospek keuntungan, kata analis menjelang rilis laporan pemerintah AS pada Selasa.

Departemen Pertanian AS dijadwalkan merilis laporan tahunan Prospective Plantings pada pukul 16.00 GMT, sebagai perkiraan luas lahan tanam berdasarkan survei pertama tahun ini.

Baca Juga: Nikkei Jatuh 5% Senin (30/2), Yields Obligasi Jepang Tembus Level Tertinggi 27 Tahun

Para pedagang juga memantau kekeringan di Southern U.S. Plains, dengan cuaca panas pekan lalu meningkatkan risiko stres tanaman lebih lanjut.

Data dari Commodity Futures Trading Commission menunjukkan bahwa spekulator besar meningkatkan posisi net long mereka di kontrak jagung CBOT hingga pekan 24 Maret.

Laporan mingguan komitmen pedagang juga menunjukkan pedagang nonkomersial, termasuk hedge fund, memangkas posisi net short mereka di gandum CBOT dan menurunkan posisi net long di kedelai.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×