kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Kelompok negara G7 pertimbangkan upaya untuk melawan propaganda Rusia dan China


Senin, 03 Mei 2021 / 05:50 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengadakan pertemuan bilateral selama KTT G7 di Biarritz, Prancis, 25 Agustus 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Sementara China, telah berulang kali melihat negara-negara Barat adalah perundung. Para pemimpin negara Barat dianggap memiliki pola pikir pasca-kekaisaran yang membuat mereka merasa dapat bertindak seperti polisi global.

Raab dijadwalkan untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Senin (3/5). Keduanya akan mengadakan pembicaraan selama seminggu dengan tujuan untuk menghidupakan kembali peran G7.

G7 dianggap harus memiliki peran penting untuk membentengi dunia dari "aktor" yang dianggap merusak tatanan internasional berbasis aturan.

"Cakupan kerja sama global yang intens, kerja sama internasional dengan mitra Amerika kami, dan bahkan G7 yang lebih luas, yang kami adakan minggu ini tidak pernah sebesar ini," kata Raab.

Para negara anggota G7, yakni Inggris, AS, Jepang, Kanada, Prancis, Jerman, dan Italia memiliki produk domestik bruto (PDB) gabungan sekitar US$ 40 triliun. Jumlah tersebut nyaris separuh dari total ekonomi global.

Selanjutnya: Respons ancaman China, militer Jepang, AS dan Prancis gelar latihan gabungan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×