kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.126   32,00   0,19%
  • IDX 7.443   135,73   1,86%
  • KOMPAS100 1.027   17,23   1,71%
  • LQ45 743   8,71   1,19%
  • ISSI 269   4,81   1,82%
  • IDX30 397   4,49   1,14%
  • IDXHIDIV20 486   5,88   1,22%
  • IDX80 115   1,58   1,39%
  • IDXV30 135   1,75   1,31%
  • IDXQ30 128   1,34   1,05%

Kematian Wali Kota Seoul bikin masyarakat Korea Selatan terpecah


Senin, 13 Juli 2020 / 14:00 WIB
Kematian Wali Kota Seoul bikin masyarakat Korea Selatan terpecah
ILUSTRASI. Proses pemakaman Wali Kota Seoul Park Won Soon.


Sumber: CNN,Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kamis (9/7) lalu, Wali Kota Seoul Park Won Soon dilaporkan hilang oleh putrinya. Setelah pencarian selama kurang lebih 7 jam, Won Soon ditemukan sudah tidak bernyawa.

Tewasnya tokoh politik kesayangan warga Seoul ini diduga berkaitan dengan tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan kepada Park. Pelapornya tidak lain adalah  sekretaris Park.

Melansir Reuters, menurut Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, petugas yang menggunakan drone dan anjing pelacak menemukan mayat Park di Gunung Bugak, Seoul Utara. Park diduga melakukan bunuh diri.

Sebuah pesan singkat ditemukan di meja kerja Park, berisikan permohonan maaf kepada semua orang.

Baca Juga: Surat Walikota Seoul yang ditemukan tewas: Saya minta maaf kepada semua orang

"Saya minta maaf kepada semua orang. Saya berterimakasih kepada semua orang yang bersama saya seumur hidup saya. Saya sangat menyesal kepada keluarga saya, kepada siapa saya hanya menyebabkan rasa sakit," tulisnya.

Dalam catatan tersebut sang wali kota tidak menyebutkan sedikit pun pesan terkait tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan kepadanya.

Kematian Park jelas membuat heboh Seoul, bahkan Korea Selatan. Wali kota yang sudah menjabat selama 3 periode ini digadang-gadang akan menjadi calon kuat Presiden Korea Selatan.

Park berhasil meraih simpati publik sejak ia masih berprofesi menjadi pengacara kasus HAM, dan secara aktif membela korban kekerasan seksual di Korea Selatan. Ia juga aktif sebagai aktivis yang mengkritik Pemerintahan Presiden Park Chung Hee yang dinilai diktator.

Baca Juga: Walikota Seoul yang hilang ditemukan tewas, diduga terkait tuduhan pelecehan seksual

Masyarakat Korea Selatan terpecah 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×