kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,58   5,98   0.78%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Kembali tegang, China: AS selalu sebarkan kebohongan yang sama kemanapun mereka pergi


Senin, 17 Februari 2020 / 12:58 WIB
Kembali tegang, China: AS selalu sebarkan kebohongan yang sama kemanapun mereka pergi
ILUSTRASI. Bendera China, Amerika Serikat, dan partai Komuniks China. Menteri Pertahanan AS menyatakan negara Barat akan menghadapi masa depan yang suram jika tak meredam kekuatan China. REUTERS/Aly Song

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - MUNICH. Percikan ketegangan kembali muncul dalam hubungan Amerika Serikat dan China. Hal ini dimulai dari pernyataan pejabat Amerika saat pertemuan diplomat dan petinggi perusahaan Barat di Jerman.

Seperti diberitakan New York Post, Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan bahwa negara Barat akan menghadapi masa depan yang suram jika tak segera meredam kekuatan China di semua lini. 

Baca Juga: Menkeu Hong Kong: Ekonomi Hong Kong akan menghadapi guncangan hebat seperti tsunami

Huawei kembali menjadi topik yang dibahas untuk mengancam para diplomat Eropa. AS kembali meminta Eropa untuk tak bekerja sama dengan Huawei, atau kerja sama intelijen dengan AS akan terus dipangkas.

Esper berpendapat bahwa kehadiran Huawei dalam jaringan komersial berisiko merusak aliansi NATO, menepis argumen China bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan peralatannya guna mencegat pesan atau mematikan jaringan pada saat konflik.

"Partai Komunis China bahkan bergerak lebih cepat dan lebih jauh ke arah yang salah," katanya.

"Ada lebih banyak penindasan internal, praktik ekonomi yang lebih predator, lebih berat tangan, dan yang paling memprihatinkan bagi saya, postur militer yang lebih agresif," lanjut dia.

Baca Juga: Terpapar perang dagang, pertumbuhan ekonomi Thailand 2019 hanya 2,4%

Hal ini memantik reaksi Tiongkok. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan bahwa kemanapun pergi, Esper selalu mengatakan hal yang sama tentang China.

Ia pun menyebut pernyataan Esper maupun koleganya sebagai sebuah kebohongan.

"Akar penyebab semua masalah ini adalah bahwa AS tidak ingin melihat perkembangan dan peremajaan China yang cepat, dan tak mau menerima keberhasilan negara sosialis," kata Wang.

Baca Juga: Virus corona belum reda, China pangkas suku bunga pinjaman jangka menengah

"Tugas paling penting bagi China dan AS adalah duduk bersama untuk melakukan dialog serius dan menemukan jalan bagi dua negara besar dengan sistem sosial yang berbeda untuk hidup dalam harmoni dan berinteraksi dalam damai," tambahnya. 

"Tiongkok siap, dan kami berharap AS akan bekerja bersama kami," tegasnya.



TERBARU

[X]
×