kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.958   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.020   135,95   2,31%
  • KOMPAS100 783   19,71   2,58%
  • LQ45 592   13,78   2,38%
  • ISSI 208   5,01   2,46%
  • IDX30 335   8,11   2,48%
  • IDXHIDIV20 412   9,41   2,34%
  • IDX80 89   2,18   2,52%
  • IDXV30 112   2,77   2,55%
  • IDXQ30 108   2,71   2,58%

Kembali Tunda Senjata Hipersonik, AS Makin Tertinggal dari China dan Rusia


Kamis, 07 April 2022 / 12:48 WIB
ILUSTRASI. Uji coba rudal hipersonik Tsirkon dari fregat Admiral Gorshkov dari Armada Utara Rusia di Laut Putih, 6 Oktober 2020.


Sumber: Bloomberg | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Lambatnya perkembangan senjata hipersonik AS ini mendorong perdebatan panas ketika Menteri Pertahanan Lloyd Austin menyampaikan laporannya di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR pada Selasa (5/4).

Sejumlah anggota parlemen bahkan menyadari bahwa saat ini AS telah tertinggal dari musuh mereka.

Bloomberg mencatat, Lockheed Martin mendapatkan kontrak pengembangan awal senilai US$ 480 juta pada April 2018, yang kemudian dinaikkan menjadi US$ 986 juta di Desember 2019.

Secara keseluruhan, Angkatan Udara AS telah menerima anggaran mencapai US$ 1,4 miliar untuk pengembangan senjata hipersonik pertamanya.

Menurut rencana lima tahunan mereka, Angkatan Udara AS hanya menganggarkan US$ 46 juta dalam pendanaan pengadaan dalam permintaan fiskal 2023. Dengan persetujuan Kongres, dana tersebut bisa dialihkan ke program penelitian lanjutan.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×