kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.547   17,00   0,10%
  • IDX 6.751   -107,82   -1,57%
  • KOMPAS100 898   -17,30   -1,89%
  • LQ45 662   -7,76   -1,16%
  • ISSI 244   -4,03   -1,62%
  • IDX30 374   -2,75   -0,73%
  • IDXHIDIV20 457   -4,01   -0,87%
  • IDX80 102   -1,57   -1,51%
  • IDXV30 130   -1,31   -1,00%
  • IDXQ30 119   -0,97   -0,81%

Kementerian Perdagangan China Sebut Tarif AS 'Keji' dan 'Unilateral'


Kamis, 06 Februari 2025 / 15:13 WIB
ILUSTRASI. Chinese Yuan and U.S. dollar banknotes are seen behind illuminated stock graph in this illustration taken February 10, 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kementerian Perdagangan China mengecam tarif yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) sebagai tindakan yang "keji" dan "unilateral", serta memperburuk ketegangan perdagangan global.

Baca Juga: Perang Dagang Trump 2.0 Diprediksi Bisa Bikin Indonesia Ketiban Musibah

Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif impor tambahan terhadap mitra dagang utama AS.

“China siap bekerja sama dengan negara lain untuk menghadapi tantangan unilateralisme dan proteksionisme perdagangan,” ujar juru bicara kementerian, He Yongqian, dalam konferensi pers rutin pada Kamis (6/2).

Pernyataan ini disampaikan menanggapi rencana tarif AS terhadap Kanada dan Meksiko.

Pada Senin, Trump menangguhkan ancaman tarif sebesar 25% terhadap Meksiko dan Kanada selama 30 hari, setelah kedua negara tersebut berjanji akan memperketat pengawasan perbatasan.

Namun, tarif 10% terhadap barang-barang China tetap diberlakukan pada Selasa, dengan Trump memperingatkan kemungkinan peningkatan tarif lebih lanjut.

AS menuduh China sebagai sumber utama bahan kimia prekursor yang digunakan untuk memproduksi fentanil di Meksiko.

Baca Juga: Netanyahu Puji Rencana Trump yang Hendak Usir Warga Palestina dari Gaza

Namun, China menegaskan telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk memberantas perdagangan bahan kimia dan narkotika ilegal, serta berencana menantang tarif AS di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

China terbuka untuk menyelesaikan masalah ini melalui dialog, tetapi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dari "perundungan" unilateral, tegas juru bicara Kementerian Perdagangan China.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×