kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Kenaikan Upah Inggris, Ancaman Inflasi Kembali Mengintai BoE


Senin, 02 Februari 2026 / 17:20 WIB
Kenaikan Upah Inggris, Ancaman Inflasi Kembali Mengintai BoE
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengunjungi China. (via REUTERS/Carl Court)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - LONDON. Tekanan inflasi kembali menjadi sorotan di Inggris seiring rencana kenaikan upah yang masih cukup agresif di kalangan dunia usaha. Survei terbaru Incomes Data Research (IDR) menunjukkan mayoritas perusahaan di Negeri Raja Charles itu bersiap menaikkan gaji karyawan di kisaran 3% hingga 3,49% pada tahun ini, level yang dinilai sebagian pembuat kebijakan Bank of England (BoE) berpotensi menghambat penurunan inflasi ke target.

Melansir Reuters (2/1), sebanyak 39% perusahaan responden menyatakan mengincar kenaikan upah 3%–3,49%. Porsi ini menjadi yang terbesar, disusul 22% perusahaan yang merencanakan kenaikan lebih tinggi di rentang 3,5%–3,99%. Sementara itu, 16% perusahaan memilih jalur yang lebih moderat dengan kenaikan 2,5%–2,99%.

Survei tersebut dihimpun dari 121 perusahaan dengan total tenaga kerja sekitar 2,8 juta orang, berdasarkan respons pada November dan Desember lalu. IDR menilai tren ini mencerminkan masih kuatnya tekanan inflasi yang dirasakan pelaku usaha.

“Inflasi saat ini lebih tinggi dibandingkan setahun lalu dan hal tersebut, sampai batas tertentu, mendorong kenaikan upah,” kata peneliti IDR Zoe Woolacott.

Baca Juga: Produsen Boneka Labubu Akan Buka Tujuh Toko Baru di Inggris

Sebagai catatan, inflasi Inggris sempat mencapai puncak tertinggi dalam 18 bulan sebesar 3,8% pada kuartal III-2025. Lonjakan tersebut dipicu antara lain oleh kenaikan satu kali pada harga-harga yang diatur pemerintah serta tambahan pungutan bagi pemberi kerja pada April 2025. Meski inflasi kemudian melandai ke 3,4%, level tersebut masih jauh di atas target BoE sebesar 2%.

Gubernur BoE Andrew Bailey menyatakan optimisme bahwa inflasi bisa kembali mendekati target pada April atau Mei 2026. Namun, keyakinan itu tidak sepenuhnya dibagi oleh seluruh anggota komite kebijakan moneter.

Anggota Dewan BoE Megan Greene yang sebelumnya menentang pemangkasan suku bunga pada Desember, menegaskan bahwa pertumbuhan upah yang jauh di atas 3% berisiko kembali memanaskan inflasi, terutama di tengah pertumbuhan produktivitas yang lemah. Ia pun menyatakan akan mencermati secara ketat rencana kenaikan upah dari para pemberi kerja.

Di sisi kebijakan moneter, mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan BoE akan menahan suku bunga acuannya di level 3,75% pada pertemuan pekan ini. Data resmi terbaru juga menunjukkan sinyal pendinginan di pasar tenaga kerja, dengan pertumbuhan upah sektor swasta tidak termasuk bonus melambat menjadi 3,6% secara tahunan hingga November, dari 3,9% pada Oktober.

Kendati demikian, IDR mencatat arah kebijakan upah tahun ini belum sepenuhnya seragam. Sekitar 44% perusahaan berencana memberikan kenaikan gaji yang sama seperti tahun lalu. Sebaliknya, 28% perusahaan memperkirakan akan menaikkan gaji lebih besar, sementara 28% lainnya justru berencana menurunkannya.

Kondisi ini menegaskan dilema klasik bagi Bank of England, menjaga daya beli pekerja di tengah tekanan biaya hidup, sambil memastikan laju inflasi benar-benar kembali jinak dan bertahan di sekitar target.

Baca Juga: China Pangkas Tarif Impor Whisky Jadi 5%, Dorong Ekspor Scotch dari Inggris

Selanjutnya: Pigai Sebut Telah Libatkan Haris Azhar hingga Rocky Gerung untuk Susun Revisi UU HAM

Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Minyak Goreng Hemat 1-4 Januari 2026, Harumas Rp 29.200


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×