kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

​Kenapa Friday The 13th dianggap sebagai hari sial dan terkutuk?


Jumat, 13 November 2020 / 18:35 WIB
​Kenapa Friday The 13th dianggap sebagai hari sial dan terkutuk?


Penulis: Virdita Ratriani

Para tentara ini dipaksa untuk meludah di kayu salib, menyangkal Kristus dan terlibat dalam tindakan homoseksual selama upacara inisiasi kemudian dibakar di tiang pancang di Paris.

Lalu, salah satu kesatria yang dibakar di depan Katedral Notre Dame, Jacques de Molay meneriakkan sebuah kutukan.  “Tuhan tahu siapa yang salah dan telah berdosa. Malapetaka akan segera terjadi pada mereka yang telah menghukum mati kita," teriak Jacques de Molay. 

Peristiwa tersebut menurut tradisi, membuat setiap tanggal 13 di Hari Jumat atau Friday the 13th berarti nasib buruk bagi semua orang. 

Sementara di negara-negara berbahasa Spanyol dan Yunani, hari Selasa tanggal 13 dianggap sial, dan di Italia adalah hari Jumat tanggal 17.

Dan, ketakutan irasional terhadap tanggal dikenal sebagai paraskevidekatriaphobia.

Selanjutnya: 5 Pesepakbola ini bakal gantung sepatu akhir musim?




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×