Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - LONDON. Aktivitas manufaktur di zona euro mulai menunjukkan tekanan. Permintaan ekspor yang lesu menyeret pertumbuhan aktivitas secara keseluruhan ke level terendah sejak Februari.
Reuters melaporkan, Purchasing Managers' Index (PMI) zona euro yang dirangkum S&P Global turun ke level terendah dalam empat bulan di 51,4 pada Juni. Di Mei, PMI ada di posisi 51,6. Kendati turun, realisasi di Juni masih di atas konsensus proyeksi analis di 51,3.
"Kenaikan lebih lanjut dalam produksi manufaktur pada Juni menambah tanda-tanda ketahanan yang menggembirakan dalam perekonomian zona euro," kata Chris Williamson, Kepala Ekonom Bisnis S&P Global Market Intelligence.
Baca Juga: PMI Manufaktur Jerman Juni Melesat, Pesanan Baru Bangkitkan Optimisme
Williamson menuturkan, ekspansi yang tercapai di Juni menambah panjang periode ekspansi di sektor manufaktur, yang terjadi sejak bulan-bulan awal tahun 2022. “Ekspansi ini akan mengimbangi penurunan baru-baru ini yang telah tercatat dalam perekonomian jasa," sebut dia, seperti dikutip Reuters, Rabu (1/7/2026).
Pertumbuhan berkelanjutan yang terjadi di benua biru ini disertai dengan penurunan pada tekanan biaya. Ini sebagai efek dari penurunan tajam harga minyak sepanjang Juni, seiring dengan meredanya kekhawatiran pasokan.
Pesanan baru juga kembali tumbuh moderat di Juni, setelah stagnan pada bulan Mei. Pesanan ekspor tetap menjadi penghambat kecil.
Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang Catat Kinerja Kuartalan Terbaik Sejak 2014 pada Juni 2026
Sub-indeks output naik ke level tertinggi dua bulan dengan angka indeks di 51,7 pada Juni, dari level 51,3. Spanyol dan Prancis adalah satu-satunya negara dalam survei yang mencatat penurunan.
Jumlah pekerja pabrik terus menyusut meskipun laju kehilangan pekerjaan melambat.
Pada harga, inflasi biaya input, meskipun masih tinggi, turun ke laju terendahnya sejak Maret, mengakhiri tekanan yang meningkat sejak September. Inflasi biaya output juga mereda dan berada pada level terendah tiga bulan, memberikan sedikit kelegaan bagi pembeli.
European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga pada Juni karena lonjakan biaya energi terkait perang mendorong inflasi di atas 3%, jauh melebihi target 2%.
Baca Juga: Bursa Global Lesu, Menanti Data Tenaga Kerja AS dan Arah Suku Bunga The Fed
S&P Global mencatat sebagian besar tanggapan survei dikumpulkan sebelum penandatanganan nota kesepahaman untuk gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni. Artinya dampak penuh pada rantai pasokan dan biaya energi belum tercakup dalam data.
Kepercayaan bisnis meningkat ke level tertinggi empat bulan pada bulan Juni, pulih lebih lanjut dari level terendah 17 bulan pada April. Tetapi sentimen tetap sedikit di bawah rata-rata historis jangka panjangnya.














