kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.977   17,00   0,10%
  • IDX 7.324   -261,63   -3,45%
  • KOMPAS100 1.019   -40,68   -3,84%
  • LQ45 750   -26,51   -3,42%
  • ISSI 257   -10,30   -3,86%
  • IDX30 396   -13,95   -3,40%
  • IDXHIDIV20 491   -15,59   -3,08%
  • IDX80 115   -4,37   -3,67%
  • IDXV30 133   -4,76   -3,47%
  • IDXQ30 128   -4,36   -3,28%

Kepala Robotika OpenAI Mundur dari Jabatan


Minggu, 08 Maret 2026 / 19:16 WIB
Kepala Robotika OpenAI Mundur dari Jabatan
ILUSTRASI. OPENAI-COMPUTE/ (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Pengunduran diri terjadi di jajaran pimpinan tim robotika OpenAI setelah perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan US Department of Defense untuk menempatkan model kecerdasan buatan (AI) mereka dalam jaringan rahasia militer.

Mengutip Bloomberg (8/3), Kepala tim robotika OpenAI Caitlin Kalinowski mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (8/3). Ia menilai kesepakatan teknologi dengan Pentagon menimbulkan persoalan serius terkait etika penggunaan AI.

“Ini bukan keputusan yang mudah,” tulis Kalinowski dalam unggahan di platform X. Ia menilai kecerdasan buatan memang memiliki peran penting dalam keamanan nasional, tetapi ada batas yang tidak boleh dilanggar.

Menurutnya, pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan pengadilan serta penggunaan sistem otonomi mematikan tanpa persetujuan manusia merupakan isu yang seharusnya dibahas lebih mendalam sebelum keputusan dibuat.

OpenAI membenarkan pengunduran diri Kalinowski melalui pernyataan email. Perusahaan teknologi tersebut menyatakan kerja sama dengan Departemen Pertahanan dirancang agar penggunaan AI tetap berada dalam koridor yang bertanggung jawab.

OpenAI menegaskan terdapat garis merah dalam kesepakatan tersebut, yakni larangan penggunaan teknologi untuk pengawasan domestik terhadap warga Amerika maupun pengembangan senjata otonom tanpa kendali manusia.

“Kami menyadari isu ini memicu pandangan yang kuat dari berbagai pihak. Kami akan terus berdialog dengan karyawan, pemerintah, masyarakat sipil, serta komunitas global,” ujar perusahaan.

Baca Juga: Kursi CEO Woodside: Petinggi BHP Siap Gantikan Meg O'Neill?

Kabar pengunduran diri ini sebelumnya dilaporkan oleh TechCrunch.

Kalinowski baru bergabung dengan OpenAI pada November 2024 sebagai staf teknis robotika. Sebelumnya, ia memimpin pengembangan kacamata augmented reality di Meta Platforms, sebagaimana tercantum dalam profil LinkedIn miliknya.

Kesepakatan antara OpenAI dan Pentagon tercapai pada akhir Februari setelah pembicaraan antara pemerintahan Donald Trump dengan perusahaan AI Anthropic mengalami kebuntuan. Anthropic sebelumnya meminta jaminan bahwa teknologinya tidak akan digunakan untuk pengawasan massal terhadap warga Amerika atau pengembangan senjata otonom penuh.

Hingga kini OpenAI belum memastikan apakah layanan AI mereka untuk Pentagon akan menggantikan proyek yang sebelumnya dikerjakan Anthropic.

Di sisi lain, pemerintahan Trump memerintahkan seluruh lembaga pemerintah menghentikan kerja sama dengan Anthropic. Pentagon bahkan menetapkan perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasokan, status yang sebelumnya kerap diberikan kepada entitas dari negara pesaing seperti Huawei Technologies.

Anthropic menyatakan akan menggugat penetapan tersebut ke pengadilan.

Menariknya, Chief Executive Officer OpenAI Sam Altman sebelumnya juga mengakui bahwa proses perusahaan untuk segera mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan terlihat oportunistis dan ceroboh. OpenAI bahkan secara terbuka menyatakan tidak sepakat dengan langkah pemerintah AS yang memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa perlombaan teknologi AI kini semakin terkait erat dengan kepentingan geopolitik dan keamanan nasional. Bagi perusahaan teknologi, kerja sama dengan pemerintah dapat membuka peluang bisnis besar, tetapi sekaligus memicu perdebatan etika yang kian kompleks.

Baca Juga: Peringatan Keras Saudi kepada Iran, Ancam Serangan Balik Jika Lakukan Ini




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×