Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Selain perubahan kekuatan di Kongres, Musk juga menghadapi tantangan politik di Texas. Hubungannya dengan gubernur terpilih Gina Hinojosa sebelumnya sudah diwarnai ketegangan.
Hinojosa pernah menggugat untuk memperoleh salinan surat elektronik antara Musk dan Abbott. Ia menuduh Abbott mengorbankan kepentingan negara bagian demi memberikan berbagai kemudahan kepada miliarder tersebut.
Hinojosa juga menilai upaya Abbott membatasi pembangunan pusat data hanya sebagai manuver politik.
Sebaliknya, ia mendorong penghentian sementara seluruh proyek pusat data baru sampai parlemen negara bagian memperkuat perlindungan bagi masyarakat lokal.
Baca Juga: Elon Musk Kehilangan Rp361 Triliun Setelah Tesla Pamer Mobil Terbang
Ia juga menginginkan penghapusan insentif pajak bagi proyek-proyek tersebut.
Kebijakan ini berpotensi menghambat ekspansi infrastruktur digital Musk di Texas, terutama ketika kebutuhan pusat data terus meningkat untuk menopang pengembangan AI.
Di sisi lain, Musk juga harus menghadapi James Talarico, senator AS terpilih dari Texas. Dalam pemilu tersebut, Musk menggelontorkan dana besar untuk mendukung kandidat Partai Republik Ken Paxton yang bersaing melawan Talarico.
Dampak awal perubahan peta politik tersebut juga tercermin di pasar saham. Saham SpaceX turun 5,5%, sedangkan saham Tesla melemah 5,1%. Keduanya tertinggal dari kinerja pasar saham secara keseluruhan.
Baca Juga: Elon Musk Kehilangan Rp361 Triliun Setelah Tesla Pamer Mobil Terbang
Dengan menguatnya posisi Partai Demokrat, kerajaan bisnis Musk kini menghadapi risiko pengawasan politik dan regulasi yang lebih ketat, terutama terhadap proyek pusat data, bisnis AI, serta hubungan perusahaan-perusahaannya dengan pemerintah AS.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
