kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kerek Permintaan, China Longgarkan Kebijakan Kredit Mobil Pertama Kalinya Sejak 2018


Rabu, 03 April 2024 / 17:29 WIB
Kerek Permintaan, China Longgarkan Kebijakan Kredit Mobil Pertama Kalinya Sejak 2018
ILUSTRASI. Bank sentral China mengumumkan revisi kebijakan kredit mobil dengan menghapus ketentuan uang muka minimal.;Sumber foto : yanglao99.cn


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Bank sentral China mengumumkan revisi kebijakan kredit mobil untuk mempromosikan tukar tambah kendaraan dan menghapus aturan uang muka minimum yang ditetapkan bagi konsumen yang akan membeli mobil baru.

Mengutip Reuters, Rabu (3/4), revisi kebijakan ini merupakan yang pertama kali sejak awal tahun 2018. Kebijakan ini menjadi upaya terbaru pemerintah China untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap pasar otomotif terbesar di dunia.

Lembaga keuangan dapat secara mandiri menentukan uang muka terendah untuk kredit mobil pribadi untuk mobil bermesin bensin dan kendaraan energi baru (NEV), kata bank sentral dalam sebuah pernyataan yang dirilis bersama dengan National Financial Regulatory Administration (NFRA).

Baca Juga: Kunjungan Kerja ke China, Ini yang Dilakukan Menhan Prabowo

Sebelum revisi yang akan segera berlaku, NEV dikenakan uang muka minimal 15%, dan kendaraan berbahan bakar internal dikenakan batas uang muka 20%.

“Lembaga keuangan harus secara wajar menentukan uang muka, persyaratan, dan tingkat suku bunga pinjaman mobil berdasarkan kredibilitas peminjam dan kemampuan pembayarannya,” bunyi pernyataan itu.

Regulator juga mengatakan pihaknya mendorong lembaga keuangan untuk mengurangi atau menghapus denda yang timbul karena membayar pinjaman di muka selama proses perdagangan mobil lama dengan yang baru.

Baca Juga: Gempa Taiwan Akibatkan 1 Orang Tewas dan Lebih dari 50 Terluka

Namun para analis mengungkapkan, upaya China untuk meningkatkan penjualan mobil dengan mengurangi pembayaran pinjaman mobil akan terhambat oleh perang harga dan kehati-hatian konsumen.

Pekan lalu, NFRA mengatakan kepada Reuters bahwa China akan segera menerapkan kebijakan untuk menurunkan pembayaran uang muka pinjaman kendaraan penumpang.




TERBARU

[X]
×