kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kerugian akibat kejahatan cryptocurrency pada 2019 melonjak jadi US$ 4,52 miliar


Rabu, 12 Februari 2020 / 17:53 WIB
Kerugian akibat kejahatan cryptocurrency pada 2019 melonjak jadi US$ 4,52 miliar
ILUSTRASI. Mata uang kripto. Kerugian akibat kejahatan cryptocurrency pada 2019 melonjak jadi US$ 4,52 miliar


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

Menurut CipherTrace, kerugian signifikan lainnya adalah kehilangan hampir US$ 135 juta dari pertukaran crypto Kanada QuadrigaCX setelah kematian yang tak terduga dari co-foundernya.

Laporan CipherTrace juga menemukan bisnis layanan uang cryptocurrency terlarang, termasuk pertukaran crypto,telah mentransmisikan dana pada jaringan pembayaran dari hampir semua 10 bank ritel terbaik di AS.

Baca Juga: Sudah tahun 2020, tapi ratusan fintech ilegal masih saja bertebaran

Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa bank besar AS biasanya memproses miliaran dolar setiap tahun dalam transfer terkait mata uang digital yang tidak terdeteksi.

"Operasi bawah tanah ini menciptakan risiko kepatuhan AML (anti pencucian uang) karena penjahat harus menemukan cara untuk mencuci keuntungan crypto yang terlarang," kata CipherTrace dalam laporan tersebut.

Penelitian CipherTrace menemukan bahwa bank-bank secara global membayar lebih dari US$ 6,2 miliar dalam denda anti money lounding pada tahun 2019.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×