kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ketika Beijing membalas Washington, ini yang terjadi


Selasa, 06 Agustus 2019 / 04:10 WIB
Ketika Beijing membalas Washington, ini yang terjadi

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pertama sejak 2008, mata uang China, yuan, keok ke atas level 7 per dollar AS. Beredar spekulasi, pelemahan ini disengaja pemerintah China untuk membalas ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump soal tarif impor barang China.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 16.45 waktu setempat, nilai tukar yuan melorot 1,3% menjadi 7,0344 per dollar AS. Pelemahan terjadi setelah People's Bank of China mematok nilai tukar acuan harian mereka ke level terendah melampaui 6,9% untuk pertama kalinya sejak Desember.

Baca Juga: Mata uang China anjlok ke level terendah dalam satu dekade, siap perang mata uang?

Tak hanya itu, nilai tujar yuan di pasar offshore juga anjlok 1,9% ke rekor terendah. Sedangkan Shanghai Composite Index ditutup dengan penurunan 1,6%.

Sebelumnya pada pekan lalu, yuan melemah 0,9% pada transaksi di daratan. Pelemahan ini merupakan yang terbesar sejak pertengahan Mei lalu, setelah Trump semakin memanaskan perang dagang dengan berencana menaikkan tarif impor terhadap barang-barang China. Beijing sendiri berjanji tidak akan tinggal diam jika AS benar-benar menerapkan pajak impor sebesar 10% terhadap barang-barang China senilai US$ 300 miliar.

Baca Juga: Currency war jadi risiko baru pasar aset domestik

"Kelihatannya kenaikan pajak impor menunjukkan balasan tit for tat akibat ditundanya perundingan perdagangan. Dan PBOC melihat tidak ada gunanya menahan yuan stabil dalam jangka pendek," jelas Ken Cheung, senior currency strategist Mizuho Bank Ltd kepada Bloomberg.

Christy Tan, head of markets strategy National Australia Bank Ltd di Singapura mengatakan, saat ini, nilai tukar yuan baik di pasar onshore maupun offshore sudah menembus level 7,0. "Hal ini mungkin bagian dari respon China atas pajak impor baru dari AS," papar Tan.

Dampak dari aksi balasan ini terlihat pada performa pasar keuangan Asia. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup dengan penurunan 2%. Sedangkan indeks MSCI Hong Kong turun untuk enam hari beruntun seiring aksi para demonstran yang menutup akses kota tersebut dengan aksi mogok.

Berikut adalah ringkasan performa bursa Asia pada transaksi kemarin:

- Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 1,74%
- Indeks Hang Seng Hong Kong turun 2,85%
- Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,9%
- Indeks Kospi Korea Selatan turun 2,56%
- Indeks Taeix Taiwan turun 1,19%
- Indeks FTSE/BM Malaysua turun 1,01%
- Indeks FTSE/ST Singapura turun 2,04%

Baca Juga: IHSG anjlok 2,59% ke 6.175 di akhir perdagangan awal pekan ini

Kondisi serupa juga terjadi di pasar mata uang. Seluruh mata uang Asia -di luar Jepang- keok terhadap dollar AS. Sedangkan yen Jepang berhasil menguat 0,4% menjadi 106,14.

- Baht Thailand melemah 0,15% menjadi 30,817
- Dollar Hong Kong melemah 0,17% menjadi 7,8406
- Dollar Singapura melemah 0,33% menjadi 1,3819
- Ringgit Malaysia melemah 0,46% menjadi 4,1775
- Rupiah Indonesia melemah 0,49% menjadi 14.255
- Peso Filipina melemah 0,84% menjadi 31,628
- Won Korea melemah 1,45% menjadi 1.215,32
- Rupe India melemah 1,60% menjadi 70,73

 

 



TERBARU

[X]
×