kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ketika dentuman musik, dansa dan pelukan menyatu di Pure Beach, Arab Saudi


Senin, 25 Oktober 2021 / 12:06 WIB
Ketika dentuman musik, dansa dan pelukan menyatu di Pure Beach, Arab Saudi
Suasana hiburan?pada pantai Pure Beach?di King Abdullah Economic City, utara pusat kota Jeddah, Arab Saudi.


Sumber: France 24 | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JEDDAH. Bagi Asma, menghabiskan satu hari di pantai dengan pacarnya tidak terpikirkan sampai saat ini di Arab Saudi yang sangat konservatif.

Kini, perempuan berusia 32 tahun itu berdansa dengan pasangannya di atas pasir putih di tepi Laut Merah, Pure Beach, diiringi dentuman musik dari pengeras suara.

Ini adalah pengingat kecil dari perubahan yang sedang berlangsung di negara kerajaan tersebut, yang berusaha melonggarkan beberapa struktur sosial yang ketat dalam dorongan modernisasi dan pada saat yang sama sebagai tindakan keras terhadap perbedaan pendapat.

Musik dilarang di tempat umum di Arab Saudi hingga tahun 2017, sebuah tindakan yang diberlakukan oleh polisi agama. Lalu, perempuan diizinkan mengemudi setahun kemudian. 

Baca Juga: Arab Saudi menargetkan 30% kendaraan listrik di Riyadh tahun 2030

Pantai biasanya masih dipisahkan antara pria dan wanita. Tetapi dengan masing-masing membayar 300 riyal Saudi atau sekitar US$ 80, Asma dan pacarnya dapat memasuki Pure Beach dekat Jeddah, dengan musik, tarian, dan taman air tiupnya.

"Saya senang bahwa saya sekarang bisa datang ke pantai terdekat untuk menikmati waktu saya," kata Asma kepada AFP yang dikutip France24.com. Ia mengenakan gaun biru di atas pakaian renangnya.

"Ini adalah lambang kesenangan ... itu adalah impian kami untuk datang ke sini dan menghabiskan akhir pekan yang indah."

Pengunjung pantai berenang di perairan pirus dan wanita mengenakan bikini, beberapa di antaranya merokok shisha. Saat matahari terbenam, para pemain menari mengikuti musik Barat di atas panggung yang terang saat pasangan berpelukan di dekatnya.

Di banyak negara, ini bukan pemandangan yang tidak biasa. Namun berbeda untuk Arab Saudi, yang menjadi tempat peninggalan-peninggalan suci Islam dan mendukung Wahabisme.

Pure Beach berada di King Abdullah Economic City, sekitar 125 kilometer (sekitar 80 mil) di utara pusat kota Jeddah.

"Saya dibesarkan di sini, dan beberapa tahun yang lalu kami bahkan tidak diizinkan untuk mendengarkan musik, jadi ini seperti surga," kata Hadeel Omar dari Mesir.

Baca Juga: Dibeli Putra Mahkota Arab Saudi, Newcastle United jadi klub terkaya dunia




TERBARU

[X]
×