kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Kian melambat, Italia catat kasus harian virus corona terendah


Kamis, 04 Juni 2020 / 23:52 WIB
Kian melambat, Italia catat kasus harian virus corona terendah
ILUSTRASI. Seorang anak yang mengenakan masker pelindung terlihat di sebelah bendera Italia selama protes di depan balai kota, ketika Italia memudahkan beberapa tindakan penguncian selama wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Milan, Italia Mei 18, 2020. REUTERS

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ROMA. Italia hanya mencatat 177 kasus baru virus corona pada Kamis (4/6). Ini merupakan angka kenaikan harian terendah negeri Menara Pisa sejak 26 Februari lalu.

Kasus baru tersebut membawa total infeksi virus corona di Italia menjadi 234.013, tertinggi keenam di dunia, di belakang Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Spanyol, dan Inggris.

Dari 177 infeksi baru pada Kamis (4/6), 84 di antaranya berada di wilayah Lombardy yang sejauh ini merupakan yang paling terpukul oleh epidemi di Italia, baik kasus maupun kematian.

Baca Juga: Mulai hari ini, Italia kembali buka gerbang pariwisata bagi pelancong Eropa

Wilayah dengan jumlah kasus baru tertinggi kedua adalah Piedmont, dengan hanya 24 kasus. Sembilan dari 20 provinsi di Italia tidak memiliki kasus baru pada Kamis (4/6).

Sementara kematian akibat virus corona di Italia naik 88 pada Kamis (4/6) berbanding 71 sehari sebelumnya, menurut Badan Perlindungan Sipil Italia seperti Reuters lansir.

Total korban meninggal sejak wabah virus corona terungkap di Italia pada 21 Februari kini berada di 33.689 orang, tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris.

Baca Juga: Spanyol mulai coba buka keran pariwisata pada akhir Juni

Sehari sebelumnya, Pemerintah Italia mengakhiri pembatasan pergerakan antardaerah, meskipun ada keluhan dari beberapa gubernur yang khawatir mengizinkan orang melakukan perjalanan keluar dari Lombardy bisa memicu penularan baru di tempat lain.




TERBARU

[X]
×