kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kim Jong Un Meminta Satelit Mata-Mata Korea Utara Segera Diluncurkan


Rabu, 19 April 2023 / 13:37 WIB
Kim Jong Un Meminta Satelit Mata-Mata Korea Utara Segera Diluncurkan
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama putrinya, Kim Ju Ae.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, meminta jajarannya agar persiapan peluncuran satelit mata-mata segera dilakukan agar negara lebih siap menghadapi ancaman dari AS dan Korea Selatan.

Bulan Desember lalu, Korea Utara melakukan uji fase akhir pada satelit mata-mata mereka. Jika berjalan sesuai rencana, peluncuran resminya akan dilakukan bulan April ini.

Saat mengumumkan uji coba fase akhir, media Korea Utara turut melampirkan gambar hitam putih kasar yang diklaim merupakan tampak atas dari ibu kota Korea Selatan, Seoul.

Baca Juga: Korea Utara Kembali Uji Tembak ICBM, Kali Ini Diduga Jenis Baru

Pada hari Selasa (18/4), Kim berkunjung ke badan antariksa resmi Korea Utara dan mendesak para pejabatnya untuk memastikan peluncuran berjalan sesuai jadwal.

"Kim mengatakan kepada para pejabat untuk memastikan peluncuran berjalan tepat waktu, dan juga memerintahkan serangkaian lebih banyak satelit pengintai untuk diluncurkan," tulis kantor berita Korea Utara, KCNA, seperti dikutip Reuters.

KCNA mengatakan, produksi satelit telah selesai tetapi tidak merinci kapan peluncuran dijadwalkan.

Menurut analis, satelit militer adalah bagian dari upaya negara bersenjata nuklir untuk memajukan teknologi pengawasan untuk meningkatkan kemampuannya menyerang sasaran jika terjadi konflik.

Baca Juga: Korea Utara Khawatir Latihan Militer AS-Korea Selatan Bisa Memicu Perang Nuklir

Korea Utara telah melakukan beberapa upaya untuk meluncurkan satelit mata-mata, dua di antaranya tampaknya berhasil ditempatkan di orbit, termasuk yang terbaru pada tahun 2016.

Kemampuan pencegahan ini juga merupakan salah satu fokus Kim dalam beberapa tahun terakhir, menyusul semakin aktifnya kolaborasi militer Korea Selatan dan AS.

Kim mengkritik penyebaran aset strategis AS di kawasan itu sebagai upaya untuk mengubah Korea Selatan menjadi pangkalan militer untuk keperluan agresi dan gudang senjata untuk perang.




TERBARU

[X]
×