kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Kim Jong Un: Rusia Berhak Membela Diri terhadap Ukraina


Senin, 02 Desember 2024 / 07:26 WIB
ILUSTRASI. Kim Jong Un telah memberi tahu menhan Rusia bahwa penggunaan senjata jarak jauh Ukraina adalah hasil dari intervensi militer langsung oleh AS.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memberi tahu menteri pertahanan Rusia bahwa penggunaan senjata jarak jauh Ukraina adalah hasil dari intervensi militer langsung oleh Amerika Serikat. 

Terkait hal itu, Moskow berhak untuk berperang membela diri. 

Pernyataan resmi Kim tersebut dilaporkan oleh media pemerintah KCNA pada hari Sabtu (30/11/2024).

Mengutip Reuters, Kim bertemu Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov pada hari Jumat dan mengatakan AS dan Barat membuat otoritas Kyiv menyerang wilayah Rusia dengan senjata serang jarak jauh mereka sendiri dan Rusia harus mengambil tindakan untuk membuat pasukan musuh membayar harganya.

"Pemerintah, tentara, dan rakyat DPRK akan selalu mendukung kebijakan Federasi Rusia untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya dari gerakan hegemoni imperialis," demikian laporan KCNA mengutip pernyataan Kim.

DPRK adalah kependekan dari nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Baca Juga: Trump Ingin Bertemu Kim, Kim Bilang Hal Itu Tidak akan Terjadi

Kim berjanji untuk memperluas hubungan dengan Rusia di semua bidang termasuk urusan militer di bawah kemitraan strategis komprehensif yang ditandatanganinya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan Juni, yang mencakup perjanjian pertahanan bersama, kata KCNA.

Moskow dan Pyongyang telah meningkatkan hubungan secara dramatis sejak para pemimpin mereka mengadakan pertemuan puncak pada bulan September tahun lalu di Rusia.

Menurut badan mata-mata Korea Selatan, Korea Utara sejak itu telah mengirimkan lebih dari 10.000 kontainer amunisi, serta howitzer gerak sendiri dan peluncur roket ganda.

KCNA tidak menyebutkan apakah Kim dan Belousov membahas pengerahan pasukan Korea Utara ke Rusia.

Baca Juga: Ketegangan Meningkat, Rusia Usir Diplomat Inggris atas Tuduhan Mata-Mata




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×