kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Komite Senat Brasil mendukung tuntutan pidana terhadap Presiden Bolsonaro


Rabu, 27 Oktober 2021 / 10:55 WIB
Komite Senat Brasil mendukung tuntutan pidana terhadap Presiden Bolsonaro
ILUSTRASI. Presiden Brasil, Jair Bolsonaro.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BRASILIA. Komite Senat Brasil akhirnya menyetujui laporan laporan yang mendakwa Presiden Jair Bolsonaro telah melakukan kejahatan kemanusiaan karena mengeluarkan kebijakan yang mendorong lonjakan angka kematian akibat Covid-19.

Pada hari Selasa (26/10), komite investigasi Senat menyatakan sepakat dengan isi laporan yang mendakwa Bolsonaro atas sembilan kejahatan selama menangani pandemi Covid-19. Mereka juga memutuskan untuk menambahkan 10 orang ke dalam daftar individu yang harus didakwa.

Rancangan laporan yang dirilis minggu lalu menyerukan agar Bolsonaro didakwa atas genosida dan pembunuhan, tetapi para senator kemudian memutuskan untuk membatalkan tuduhan khusus itu.

Melansir Reuters, nama baru yang masuk ke daftar terdakwa adalah Wilson Lima, gubernur negara bagian pedalaman Amazonas yang rumah sakitnya kekurangan pasokan oksigen. Pemerintahan Lima kini sedang dalam penyelidikan federal atas dugaan korupsi terkait dengan pembelian peralatan medis.

Baca Juga: AS dan Indonesia mendesak G20 untuk bersiap menghadapi pandemi berikutnya

Lima menentang pencantuman namanya dalam laporan tersebut, menyebutnya penuh dengan unsur politik.

"Menempatkan nama saya di laporan akhir memiliki motivasi yang sepenuhnya politis dan elektoral. Saya bahkan tidak pernah diselidiki oleh pihak komite," ungkap Lima melalui kantor persnya.

Senator Renan Calheiros, yang menyusun laporan tersebut, mengatakan bahwa pemerintahan Jair Bolsonaro akan tercatat dalam sejarah sebagai kondisi kemelaratan manusia yang paling rendah.

"Dia (Bolsonaro) ada di sisi yang sama dengan para diktator, seperti Adolf Hitler dan Augusto Pinochet," ungkap Calheiros.

Kebijakannya meningkatkan angka kematian

Kelompok senator dari kubu oposisi sejak beberapa minggu lalu telah menyiapkan dokumen setebal 1.300 halaman yang dinilai bisa memperkuat dakwaan terhadap Bolsonaro.

Dilansir dari Reuters, Calheiros dan tim menuduh sang presiden telah, dengan sadar, menolak peluang awal bagi pemerintah untuk memperoleh vaksin sehingga menunda kampanye vaksinasi. Atas keputusannya itu, Brasil telah kehilangan sekitar 95.000 populasinya.

Baca Juga: Gagal mengatasi Covid-19, presiden Brasil dituduh atas pembunuhan dan genosida




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×