kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Konflik di Gaza kian panas, intensitas serangan roket dan serangan udara meningkat


Kamis, 13 Mei 2021 / 20:44 WIB
Konflik di Gaza kian panas, intensitas serangan roket dan serangan udara meningkat
ILUSTRASI. Konflik di Gaza kian panas, intensitas serangan roket dan serangan udara meningkat

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Militan Palestina dan militer Israel meningkatkan serangan satu sama lain pada Kamis (13/5). Roket-roket Hamas menghujani jantung komersial Israel sementara tentara Israel mengerahkan pesawat tempur untuk meningkatkan serangan ke Gaza. Tank dan pasukan candangan juga disiapkan di perbatasan.

Kekerasan lintas batas selama empat hari itu tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan itu akan memakan waktu lebih lama.

Kekerasan juga telah menyebar ke komunitas campuran Yahudi dan Arab di Israel, sebuah front baru dalam konflik berkepanjangan.

Sinagoga diserang dan pertempuran pecah di jalan-jalan beberapa komunitas, mendorong presiden Israel untuk memperingatkan bahaya perang saudara.

Baca Juga: Serangan udara Israel meningkat, korban tewas di Gaza meningkat jadi 83 orang

Khawatir permusuhan terburuk di kawasan itu dalam beberapa tahun bisa lepas kendali, Amerika Serikat mengirim utusan, Hady Amr. Upaya gencatan senjata oleh Mesir, Qatar dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Dalam serangan udara baru di Gaza, pesawat tempur Israel menghantam bangunan tempat tinggal berlantai enam yang dikatakan milik Hamas, kelompok Islam yang mengendalikan daerah kantong Palestina. Netanyahu mengatakan Israel telah menyerang hampir seribu target militan di Gaza secara total.

Setidaknya 83 orang telah tewas di Gaza sejak kekerasan meningkat pada hari Senin, kata petugas medis, semakin menekan rumah sakit yang sudah berada di bawah tekanan berat selama pandemi COVID-19.

“Kami menghadapi Israel dan Covid-19. Kami berada di antara dua musuh, ”kata Asad Karam, 20 tahun, seorang pekerja konstruksi, berdiri di samping jalan yang rusak akibat serangan udara. Sebuah tiang listrik roboh di pinggir jalan, kabelnya putus.

Baca Juga: Israel makin intensif gempur Jalur Gaza, sudah 67 orang tewas termasuk komandan Hamas

Sebuah roket Palestina sebelumnya menyerang sebuah gedung di dekat ibu kota komersial Israel, Tel Aviv, melukai lima warga Israel, kata polisi. Tujuh orang telah tewas di Israel sejak permusuhan dimulai, kata militer Israel.

Israel telah mempersiapkan pasukan tempur di sepanjang perbatasan Gaza dan berada dalam berbagai tahap persiapan operasi darat, kata seorang juru bicara militer, sebuah langkah yang akan mengingatkan serangan serupa selama perang Israel-Gaza pada 2014 dan 2008-2009.




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×