Sumber: Forbes | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan properti Frasers Property, yang dikendalikan konglomerat Thailand Charoen Sirivadhanabhakdi, berencana melepas blok hunian di pusat perbelanjaan The Centrepoint, kawasan Orchard Road, Singapura.
Nilai transaksi penjualan ini mencapai 418 juta dolar Singapura atau sekitar US$ 326 juta.
Aset yang dilepas mencakup seluruh bagian residensial The Centrepoint serta sekitar sepertiga unit ritel di dalam kompleks tersebut. Secara total, aset yang dijual terdiri atas 66 unit apartemen dan 66 unit ritel, dengan valuasi sekitar 2.709 dolar Singapura per kaki persegi.
Baca Juga: 3 Restoran Michelin Ini Sajikan Comfort Food dengan Harga Terjangkau di Singapura
Informasi ini disampaikan oleh Savills Singapore selaku agen pemasaran eksklusif.
Pembeli nantinya diwajibkan membayar tambahan sekitar 260 juta dolar Singapura kepada pemerintah Singapura untuk memperpanjang masa sewa lahan menjadi 99 tahun sekaligus meningkatkan rasio luas bangunan (plot ratio) menjadi 5,6 kali.
The Centrepoint dibangun pada 1983 dan berdiri di atas lahan seluas sekitar 44.700 kaki persegi dengan status hak sewa. Properti ini berpotensi dikembangkan ulang menjadi proyek campuran hingga 10 lantai dengan luas bangunan maksimum mencapai 250.320 kaki persegi.
Proses tender penjualan dibuka hari ini dan akan ditutup pada 26 Februari mendatang.
Sementara itu, sebanyak 151 unit ritel lainnya di The Centrepoint tidak termasuk dalam penjualan karena berdiri di atas lahan berstatus hak milik (freehold).
Baca Juga: Biografi Ratu Sirikit, Sosok Ibu Bangsa Thailand yang Wafat di Usia 93 Tahun
Managing Director Investment Sales and Capital Markets Savills Singapore, Jeremy Lake, menilai lokasi properti tersebut sangat strategis.
Selain terhubung langsung dengan Stasiun MRT Somerset, properti ini berada di jantung Orchard Road sehingga menawarkan peluang bagi pengembang untuk membangun proyek ikonik dengan alamat bertaraf internasional.
Langkah Frasers Property melepas sebagian aset pusat perbelanjaan andalannya dilakukan di tengah meningkatnya permintaan lahan hunian premium di pusat kota Singapura.
Harga rumah di negara tersebut tercatat mencapai rekor tertinggi baru pada 2025, mencerminkan permintaan yang tetap kuat di salah satu pasar properti termahal di dunia.
Baca Juga: Kwek Leng Beng Raup Cuan, CDL Jual 84% Unit Zyon Grand di Singapura
Frasers Property juga termasuk pengembang yang aktif menambah cadangan lahan. Pada Juni tahun lalu, konsorsium yang dipimpin perusahaan ini mengajukan penawaran tertinggi senilai 491,5 juta dolar Singapura untuk sebidang lahan hunian di kawasan elit Bukit Timah.
Charoen Sirivadhanabhakdi tercatat memiliki kekayaan sekitar US$11,3 miliar dan termasuk salah satu orang terkaya di Thailand.
Selain mengendalikan Frasers Property, ia juga memiliki kepentingan bisnis di Thai Beverage, produsen bir Chang, serta perusahaan properti Asset World.













