kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Konsumsi Australia Belum Pulih, RBA Diperkirakan Tahan Suku Bunga


Senin, 03 November 2025 / 09:19 WIB
Konsumsi Australia Belum Pulih, RBA Diperkirakan Tahan Suku Bunga
ILUSTRASI. Teller menghitung mata uang Dollar Australia (AUD) di sebuah money changer di kawasan Jakarta Barat, Minggu (3/1). Selama tahun 2009, Dollar Australia (AUD) menguat sebanyak 28% terhadap Dollar AS. Pada penutupan perdagangan akhir tahun (31/12/2009), AUD ditutup di posisi US$ 0,8977 per AUD dibanding penutupan perdagangan akhir tahun 2008 diposisi US$ 0,7026 per Dollar Australia. Menurut ekonom Australia, Mata uang ini diperkirakan akan terus menguat di tahun 2010 karena diprediksi Bank Sentral Australia akan kembali menaikkan suku bunga. KONTAN/Baihaki/3/1/2009


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – SYDNEY. Belanja rumah tangga di Australia mencatat kenaikan tipis pada September 2025, ditopang oleh pengeluaran untuk makanan, kesehatan, dan bahan bakar.

Namun, penurunan pada sektor perjalanan udara dan akomodasi menandakan pemulihan konsumsi masih belum merata.

Data Australian Bureau of Statistics (ABS) pada Senin (3/11/2025) menunjukkan, Indeks Belanja Rumah Tangga (MHSI) naik 0,2% secara bulanan, setelah stagnan pada Agustus.

Baca Juga: Harga Kedelai Sentuh Level Tertinggi 15 Bulan, Disokong Harapan Permintaan dari China

Secara tahunan, laju pertumbuhan belanja meningkat menjadi 5,1% dari 4,9% pada bulan sebelumnya.

Namun, dalam terkoreksi inflasi (riil), pertumbuhan belanja sepanjang kuartal III hanya 0,2%, melambat dibandingkan 0,9% pada kuartal II.

Kinerja tersebut hanya menambah kurang dari 0,1 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi, menandakan bahwa pemulihan konsumsi masih rapuh.

“Kami memperkirakan momentum ini akan melemah pada akhir tahun. Kenaikan upah riil mulai melambat, sementara tingkat pengangguran meningkat,” ujar Harry Murphy Cruise, Kepala Riset Ekonomi dan Perdagangan Global di Oxford Economics Australia.

“Kombinasi faktor tersebut sudah menekan kepercayaan konsumen,” lanjutnya.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Didukung Sentimen AI Senin (3/11), Dolar AS Dekati Puncak 3 Bulan

ABS juga mencatat, angka belanja dipengaruhi oleh penurunan penjualan ilegal rokok dan tembakau, yang mengurangi sekitar 0,2 poin persentase per kuartal dari total konsumsi rumah tangga.

Sementara itu, Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan 3,6% pada pertemuan Selasa besok, setelah inflasi kembali meningkat dan memupus harapan akan pelonggaran kebijakan tambahan tahun ini.

Pasar kini memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga lagi baru terjadi pada Mei 2026.

Harga rumah yang melonjak tajam pada Oktober, tertinggi dalam dua tahun terakhir menambah kekayaan rumah tangga dan menjadi argumen bagi RBA untuk menunda pelonggaran lebih lanjut.

Baca Juga: Ekspansi Pabrik China Tersendat di Oktober, Sentimen Tarif Bikin Pelaku Usaha Waspada

Meski demikian, konsumen masih berhati-hati dalam berbelanja, sementara pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum, menciptakan dilema bagi pembuat kebijakan yang berusaha menjaga keseimbangan antara lapangan kerja penuh dan inflasi rendah.

Laporan ABS juga menunjukkan belanja untuk jasa tidak berubah dibanding bulan sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk barang termasuk makanan dan bahan bakar naik 0,4%.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×