kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.245
  • IDX 7.314   -8,12   -0,11%
  • KOMPAS100 1.146   -0,08   -0,01%
  • LQ45 923   0,02   0,00%
  • ISSI 219   1,20   0,55%
  • IDX30 461   -1,29   -0,28%
  • IDXHIDIV20 553   -2,77   -0,50%
  • IDX80 129   0,20   0,16%
  • IDXV30 130   -1,13   -0,86%
  • IDXQ30 155   -0,81   -0,52%

Korban Tewas di Rafah Bertambah, Netanyahu: Kami Tidak Bermaksud Meyerang Sipil


Selasa, 28 Mei 2024 / 09:37 WIB
Korban Tewas di Rafah Bertambah, Netanyahu: Kami Tidak Bermaksud Meyerang Sipil
ILUSTRASI. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet di Yerusalem pada 27 Agustus 2023. MENAHEM KAHANA/Pool via REUTERS


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Selama dua hari berturut-turut militer Israel melancarkan serangan udara ke Rafah. Sekitar 80 warga Palestina dinyatakan tewas.

Pada hari Jumat (24/5), Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) memutuskan bahwa Israel harus segera menghentikan serangan militernya di Rafah.

Keputusan tersebut diambil setelah pengadilan menilai bahwa aksi tersebut dapat menyebabkan kondisi yang berpotensi melenyapkan komunitas Palestina di Gaza secara fisik, baik sebagian maupun seluruhnya.

Israel wajib mematuhi perintah tersebut karena diatur dalam Konvensi Genosida.

Baca Juga: Apa Itu Genosida? Ini Pengertian dan Contoh Kasusnya

Israel Tetap Menyerang Rafah

Tak lama setelah putusan ICJ dibacakan, Israel pada hari Minggu (26/5) melancarkan serangan udara ke Rafah. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 35 orang penduduk Palestina.

Serangan tersebut terjadi di lingkungan Tel Al-Sultan di Rafah barat, lokasi di mana ribuan orang berlindung setelah berkali-kali mengungsi dari wilayah timur kota tersebut.

Sehari setelahnya, pada hari Senin (27/5), Serangan udara Israel kembali menghantam Rafah. Serangan ini memicu kebakaran yang menewaskan 45 orang di sebuah kamp yang digunakan penduduk Palestina untuk tinggal sementara.

Mengutip Reuters, para korban yang selamat mengatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk tidur ketika serangan menghantam lingkungan Tel Al-Sultan.

Di kawasan itu, ribuan orang berlindung setelah pasukan Israel memulai serangan darat di timur Rafah lebih dari dua minggu lalu.

Baca Juga: Abaikan Perintah Pengadilan Tinggi PBB, Israel Ngotot Serang Rafah

Israel Mengaku Tak Berniat Menyerang Sipil

Militer Israel mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki laporan bahwa serangan yang dilakukan terhadap komandan kelompok militan Islam di Rafah telah menyebabkan kebakaran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan serangan itu tidak dimaksudkan untuk menimbulkan korban sipil.

"Di Rafah, kami telah mengevakuasi sekitar 1 juta warga non-kombatan dan meskipun kami berupaya semaksimal mungkin untuk tidak menyakiti warga non-kombatan, sayangnya ada sesuatu yang tidak beres," kata Netanyahu.

Israel mengatakan, pihaknya ingin membasmi pejuang Hamas yang bersembunyi di Rafah dan menyelamatkan sandera yang menurut mereka ditahan di wilayah tersebut.

Tank-tank Israel meningkatkan intensitas pemboman di wilayah timur dan tengah Rafah pada hari Senin, menewaskan sedikitnya delapan orang. 

Dua pekerja medis juga tewas akibat rudal yang ditembakkan dari pesawat tak berawak ketika mereka meninggalkan rumah sakit Kuwait di Rafah.

Di kamp Al-Nuseirat di Jalur Gaza tengah, serangan Israel menewaskan tiga petugas polisi Palestina.




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligent with Ms Excel Pre-IPO : Explained

[X]
×