kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Korea Utara Siagakan Unit Perbatasan untuk Menembak, di Tengah Sengketa Drone


Senin, 14 Oktober 2024 / 05:50 WIB
Korea Utara Siagakan Unit Perbatasan untuk Menembak, di Tengah Sengketa Drone
ILUSTRASI. Unit artileri Korea Utara di dekat perbatasan dengan Korea Selatan telah diperintahkan untuk siap menembak.REUTERS/Kim Hong-Ji


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemerintah Korea Utara menyatakan, Unit artileri Korea Utara di dekat perbatasan dengan Korea Selatan telah diperintahkan untuk siap menembak di tengah ketegangan atas drone yang menurut Pyongyang diterbangkan di atas perbatasan, menurut laporan media pemerintah, Minggu (13/10).

Mengutip Reuters, beberapa pembelot dan aktivis di Korea Selatan menerbangkan paket bantuan ke Korea Utara dan menyebarkan selebaran yang mengkritik pemimpin Kim Jong Un.

Korea Utara menyalahkan militer Korea Selatan atas praktik tersebut. Sebagai balasan, Korea Utara juga telah menerbangkan balon berisi sampah ke Korea Selatan.

Baca Juga: Pasukan Korea Utara Dikabarkan Dikerahkan Bersama Pasukan Rusia di Ukraina

Kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA mengutip juru bicara kementerian pertahanan yang mengatakan Pyongyang melihat kemungkinan besar lebih banyak drone terbang di atas ibu kota, dengan militernya diperintahkan untuk bersiap menghadapi semua skenario termasuk konflik.

Pada hari Jumat, Korea Utara menuduh Korea Selatan mengirim drone ke Pyongyang pada malam hari minggu ini dan minggu lalu, dan mengatakan intrusi tersebut menuntut tindakan balasan.

Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, memperingatkan Seoul pada hari Sabtu tentang "bencana yang mengerikan".

Ia mengatakan kesalahan terletak pada militer Korea Selatan jika gagal mengidentifikasi pesawat nirawak yang dikirim oleh organisasi nonpemerintah yang melintasi perbatasan.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan tidak dapat mengonfirmasi tuduhan Korea Utara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×