Sumber: BBC | Editor: Dikky Setiawan
NEW YORK. Konsumen di Amerika Serikat (AS) kembali memangkas kredit konsumsi mereka sehingga mencatatkan rekor di bulan Juli lalu. Rupanya para konsumen di AS makin khawatir dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ketidakpastian tentang pemulihan ekonomi yang menghantam perekonomian negaranya.
Kredit konsumen pada Juli 2009 turun US$ 21,6 miliar dibandingkan Juni 2009. Angka yang ditunjukkan Bank Sentral AS itu, jauh melebihi perkiraan para analis sebelumnya.
Angka kredit konsumsi pada Bulan Juni juga sempat mengalami koreksi, yakni sebesar US$ 15,5 miliar dari angka sebelumnya US$ 10,3 miliar. Menurut para ekonom, rumah tangga AS sekarang ini tengah berfokus untuk mengurangi utangnya selama masa resesi berlangsung.
Pekan lalu, data resmi menunjukkan kalangan pengusaha AS memotong 216.000 orang karyawannya di bulan Agustus 2009. Akibatnya tingkat pengangguran terdorong menjadi 9,7%, angka pengangguran tertinggi selama 26 tahun terakhir.
Walau pun begitu indikator lain menunjukkan adanya tanda-tanda perekonomian AS akan segera pulih. Pekan lalu, mulai terlihat adanya pertumbuhan dalam indeks manufaktur AS di bulan Agustus. Pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam 19 bulan terakhir. Selain itu, angka penjualan rumah di AS di Bulan Juli mencatat angka penjualan tertinggi dalam dua tahun terakhir.













