Krisis ekonomi Korea Utara: Gunakan kupon pengganti uang hingga konsumsi angsa hias

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:19 WIB Sumber: Reuters
Krisis ekonomi Korea Utara: Gunakan kupon pengganti uang hingga konsumsi angsa hias

ILUSTRASI. Bendera Korea Utara raksasa dikibarkan saat parade paramiliter untuk memperingati 73 tahun pendirian republik di lapangan Kim Il Sung di Pyongyang.


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Krisis ekonomi dan pangan yang cukup parah memaksa Korea Utara untuk berinovasi. Beberapa hasilnya adalah mencetak kupon sebagai uang pengganti hingga membiakkan angsa hitam hias untuk dikonsumsi.

Kondisi tersebut dilaporkan oleh Badan intelijen Korea Selatan pada hari Kamis (28/10). Laporan juga mengungkap bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerukan agar setiap butir beras diamankan.

Dilansir dari Reuters, intelijen Negeri Ginseng menilai bahwa hasil panen tetangganya tersebut sepertinya lebih baik daripada tahun lalu karena cuaca yang lebih cerah. Dikatakan bahwa Korea Utara akan mengambil langkah-langkah untuk membuka kembali perbatasannya dengan China dan Rusia dalam beberapa bulan mendatang

Baca Juga: Agen mata-mata Korsel: Kim Jong Un tidak menggunakan tubuh ganda

Korea Utara telah lama menderita kerawanan pangan yang diduga akibat buruknya pengelolaan ekonomi. Kondisi ekonomi diperburuk oleh sanksi internasional atas senjata nuklir, bencana alam, dan pandemi Covid-19 yang mendorong penutupan perbatasan.

Beberapa bulan terakhir Kim Jong Un mulai mengakui bahwa situasi pangan negaranya memang sedang buruk dan meminta maaf atas pengorbanan yang harus dilakukan warga untuk mencegah wabah virus corona.

Di saat yang bersamaan, Kim mengatakan ekonomi Korea Utara membaik tahun ini. Ia juga membantah laporan dari penyelidik PBB bulan ini yang mengatakan ribuan orang yang paling rentan berisiko kelaparan.

Mencetak kupon pengganti uang dan mengonsumsi angsa

Menurut berbagai media yang mengutip sumber tak dikenal di Korea Utara, bank sentral telah mencetak kupon uang senilai sekitar US$ 1 karena kekurangan uang kertas won Korea Utara.

Baca Juga: Laporan terbaru WHO: Korea Utara masih tanpa kasus Covid-19

Sebuah situs web yang dioperasikan oleh pembelot Korea Utara, Rimin-gang, melaporkan kupon telah beredar setidaknya sejak Agustus, sebagian karena kertas dan tinta untuk mata uang resmi tidak lagi datang dari China.

Minggu ini pemerintah Korea Utara mempromosikan konsumsi daging angsa hitam sebagai sumber makanan yang berharga. 

Pemerintah juga menjanjikan adanya peternakan skala industri baru yang dipercaya akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat.

"Daging angsa hitam itu enak dan memiliki nilai obat," kata surat kabar partai berkuasa Rodong Sinmun, hari Senin (25/10).

NK News melaporkan bahwa penelitian tentang pengembangbiakan unggas hias untuk makanan telah dimulai pada awal 2019. Pemerintah juga telah memberi tahu ekolah, pabrik, dan unit bisnis untuk menanam makanan dan memelihara ikan dan hewan lain untuk meningkatkan swasembada.

Selanjutnya: Korea Utara: Terlalu dini untuk menyatakan Perang Korea telah berakhir

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru