kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.158   11,00   0,06%
  • IDX 5.356   -17,45   -0,32%
  • KOMPAS100 697   0,53   0,08%
  • LQ45 542   -0,28   -0,05%
  • ISSI 183   -0,63   -0,34%
  • IDX30 304   -0,46   -0,15%
  • IDXHIDIV20 403   1,39   0,35%
  • IDX80 80   0,09   0,11%
  • IDXV30 113   1,37   1,23%
  • IDXQ30 101   0,03   0,03%

Krisis politik memburuk, Myanmar kini menghadapi masalah kelaparan


Jumat, 23 April 2021 / 10:08 WIB
ILUSTRASI. Ban terbakar di sebuah jalan saat protes terhadap kup militer terus berlanjut, di Mandalay, Myanmar, Sabtu (27/3/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Gelombang protes dan unjuk rasa masih belum berhenti hingga saat ini. Tentara Myanmar juga disorot karena menghadapi para pengunjuk rasa dengan kekuatan brutal, menewaskan lebih dari 700 orang.

Krisis berkepanjangan menyebabkan sistem perbankan macet, menutup banyak cabang, membuat bisnis tidak dapat melakukan pembayaran dan pelanggan tidak dapat menarik uang tunai.

Kini banyak orang mulai bergantung pada bantuan makanan dan uang dari kerabat di luar negeri. Sebagian besar impor dan ekspor telah dihentikan dan pabrik-pabrik ditutup.

Melihat kekacauan tersebut, Bank Dunia memperkirakan PDB Myanmar akan berkontraksi 10% pada tahun 2021, kebalikan dari tren yang sebelumnya positif. 

Selanjutnya: Rusia tolak pemberian sanksi atas militer Myanmar, ini alasannya




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×