kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.854   34,00   0,20%
  • IDX 8.412   15,54   0,19%
  • KOMPAS100 1.183   0,13   0,01%
  • LQ45 848   -0,26   -0,03%
  • ISSI 300   0,56   0,19%
  • IDX30 445   -0,14   -0,03%
  • IDXHIDIV20 529   -1,07   -0,20%
  • IDX80 132   0,03   0,02%
  • IDXV30 145   -0,10   -0,07%
  • IDXQ30 143   -0,13   -0,09%

Kronologi Tewasnya El Mencho, Pemimpin Kartel Paling Diburu di Meksiko


Selasa, 24 Februari 2026 / 03:51 WIB
Kronologi Tewasnya El Mencho, Pemimpin Kartel Paling Diburu di Meksiko
ILUSTRASI. Bos kartel paling diburu Meksiko tewas. Gelombang kekerasan pasca-kematiannya mengungkap potensi perubahan besar di dunia narkoba. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemimpin kartel paling diburu di Meksiko, Nemesio Oseguera alias “El Mencho”, tewas dalam operasi militer dramatis pada Minggu (22/2). Kematian bos kartel tersebut langsung memicu gelombang kekerasan balasan di berbagai wilayah negara itu.

Oseguera dikenal sebagai otak di balik Kartel Jalisco New Generation (CJNG), salah satu pemasok utama fentanyl ke Amerika Serikat.

Melansir Reuters, berikut kronologi lengkapnya berdasarkan keterangan resmi otoritas Meksiko:

  • 20 Februari: Jejak “El Mencho” Terendus

Aparat mendapat informasi dari orang kepercayaan salah satu pasangan Oseguera. Dari petunjuk itu, pihak berwenang melacak sang pasangan ke sebuah fasilitas di Tapalpa, negara bagian Jalisco, tempat Oseguera diduga bersembunyi.

  • 21 Februari: Persiapan Operasi Rahasia

Setelah pasangan tersebut meninggalkan lokasi, intelijen Meksiko memastikan Oseguera masih berada di tempat itu dengan pengawalan ketat para bodyguard.

Militer Meksiko kemudian mengerahkan operasi rahasia besar-besaran, melibatkan Garda Nasional, pasukan khusus, pesawat militer, dan enam helikopter.

Seorang pejabat pertahanan AS kepada Reuters menyebutkan bahwa satuan tugas baru pimpinan militer AS yang fokus pada pengumpulan intelijen kartel narkoba juga turut berperan dalam operasi tersebut.

Baca Juga: Raksasa Teknologi AS Diproyeksikan Investasi US$650 Miliar untuk AI pada 2026

  • 22 Februari: Baku Tembak dan Tewasnya El Mencho

Menjelang fajar, pasukan darat mengepung area target. Baku tembak tak terhindarkan setelah kelompok bersenjata kartel lebih dulu melepaskan tembakan. Delapan anggota kartel dilaporkan tewas dalam kontak senjata pertama.

Oseguera dan lingkaran dalamnya melarikan diri ke kompleks kabin di area hutan terdekat. Pasukan khusus mengejar hingga terjadi baku tembak kedua.

Setelah situasi terkendali, aparat menemukan Oseguera dan dua pengawalnya dalam kondisi terluka. Mereka dievakuasi dengan helikopter menuju fasilitas medis, namun Oseguera meninggal dunia dalam perjalanan.

Operasi ini memicu aksi balasan besar-besaran. Helikopter sempat gagal mendarat di Guadalajara akibat situasi keamanan, lalu dialihkan ke bandara Morelia di negara bagian Michoacan. Jenazah Oseguera kemudian diterbangkan ke Mexico City menggunakan pesawat militer.

Baca Juga: Bayer Gugat Johnson & Johnson atas Dugaan Iklan Menyesatkan Obat Kanker Prostat

  • 22 Februari: Kekerasan Meluas

Kementerian Pertahanan menyebut sosok “El Tuli”, tangan kanan sekaligus operator keuangan utama kartel, sebagai dalang aksi blokade jalan, pembakaran, dan serangan ke instalasi pemerintah di Jalisco.

“El Tuli” disebut menawarkan imbalan 20.000 peso (sekitar US$ 1.100) bagi siapa pun yang membunuh personel militer.

Aparat akhirnya melacaknya di El Grullo, sekitar 180 km dari Guadalajara. Ia tewas setelah mencoba kabur dan menyerang petugas yang hendak menangkapnya.

Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Puerto Vallarta, destinasi wisata populer di pesisir Pasifik. Wisatawan merekam kepulan asap tebal akibat aksi pembakaran.

Warga dan turis diminta tetap berada di dalam rumah, sementara sopir truk diminta memilih rute aman. Sekolah dan universitas di Jalisco serta beberapa negara bagian lain menghentikan kegiatan belajar.

Menurut otoritas, sedikitnya 30 anggota geng, 25 personel Garda Nasional, dan satu warga sipil tewas dalam gelombang kekerasan pasca-penyerbuan. Sekitar 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian, dan 85 titik blokade jalan terkait kartel tercatat pada Minggu.

Tonton: Tarif Trump Dibatalkan! Pemerintah AS Terancam Bayar Rp 3.000 Triliun

  • 23 Februari: Situasi Mulai Stabil

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan pada Senin pagi bahwa tidak ada lagi blokade jalan. Ia memperkirakan kondisi akan kembali normal dan penerbangan dapat beroperasi kembali pada Senin atau Selasa.

Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch mengatakan aparat kini mengawasi ketat pihak-pihak yang berpotensi menggantikan posisi Oseguera sebagai pemimpin kartel. Pemerintah juga mewaspadai kemungkinan aksi balasan lanjutan, baik dari CJNG maupun kartel lain yang ingin merebut wilayah.

Presiden AS Donald Trump melalui media sosial mendesak Meksiko untuk meningkatkan upaya melawan kartel dan peredaran narkoba. Amerika Serikat merupakan mitra dagang utama Meksiko, dan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara dijadwalkan ditinjau ulang tahun ini.

Selanjutnya: Cek Waktu Imsak Medan Selasa (24/2): Pentingnya Sahur dan Sholat Tepat Waktu

Menarik Dibaca: Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Sukoharjo, Cek Waktu Penting Ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×