kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Kurangi Ketergantungan pada Rusia, Jerman Dorong Kerja Sama Keamanan dengan India


Senin, 12 Januari 2026 / 15:51 WIB
Kurangi Ketergantungan pada Rusia, Jerman Dorong Kerja Sama Keamanan dengan India
ILUSTRASI. Bendera Jerman (KONTAN/Fenie Chintya). Kanselir Jerman bertemu PM Modi mendesak India batasi impor energi dan alutsista Rusia. Simak 4 kesepakatan krusial yang ditandatangani hari ini.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - AHMEDABAD. Pemerintah Jerman mendorong penguatan kerja sama keamanan dengan India guna mengurangi ketergantungan New Delhi terhadap Rusia. 

Hal tersebut disampaikan Kanselir Jerman Friedrich Merz saat bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan resminya ke India, Senin (12/1/2026).

Dalam kunjungan perdananya ke negara Asia Selatan itu, Jerman dan India menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang keamanan. 

Baca Juga: India - China Bahas Perdamaian Perbatasan serta Perdagangan untuk Perkuat Kerja Sama

Selain itu, kedua negara juga menyepakati kerja sama pada sektor mineral kritis, kesehatan, serta pendirian pusat inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan, India dan Jerman tengah memperkuat kolaborasi untuk membangun rantai pasok yang aman, tepercaya, dan tangguh. Menurutnya, berbagai MoU yang ditandatangani akan memberikan dorongan baru sekaligus memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Meski demikian, India hingga kini masih menjalin hubungan erat dengan Rusia, khususnya dalam bidang pertahanan. Sebagian besar alutsista militer India berasal dari Rusia. India juga tercatat sebagai salah satu pembeli terbesar minyak dan gas Rusia, bersama China.

Pemerintah Jerman mendorong agar India membatasi praktik perusahaan domestik yang diduga menghindari sanksi terhadap Rusia, serta menekan impor energi dari negara tersebut. Namun, permintaan itu sejauh ini belum mendapat persetujuan dari pihak India.

Dalam kesempatan yang sama, Merz juga menyerukan percepatan penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) antara India dan Uni Eropa. 

Baca Juga: Xi Jinping Dukung Kerja Sama Lebih Erat dengan Korea Utara

Ia berharap kunjungannya dapat memberi dorongan bagi tercapainya kesepakatan tersebut sebelum akhir Januari.

Merz menilai dunia saat ini tengah menghadapi kebangkitan proteksionisme global. 

Menurutnya, tren tersebut berpotensi merugikan perekonomian Jerman maupun India jika tidak diantisipasi melalui kerja sama perdagangan yang lebih terbuka.

Selanjutnya: Bursa Saham China Meroket ke Level Tertinggi Sejak 2015: Pemicu Reli AI & Dirgantara

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur sampai 15 Januari 2026, Aneka Sarden Mulai Rp 8.900




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×