Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - AHMEDABAD. Pemerintah Jerman mendorong penguatan kerja sama keamanan dengan India guna mengurangi ketergantungan New Delhi terhadap Rusia.
Hal tersebut disampaikan Kanselir Jerman Friedrich Merz saat bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan resminya ke India, Senin (12/1/2026).
Dalam kunjungan perdananya ke negara Asia Selatan itu, Jerman dan India menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang keamanan.
Baca Juga: India - China Bahas Perdamaian Perbatasan serta Perdagangan untuk Perkuat Kerja Sama
Selain itu, kedua negara juga menyepakati kerja sama pada sektor mineral kritis, kesehatan, serta pendirian pusat inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan, India dan Jerman tengah memperkuat kolaborasi untuk membangun rantai pasok yang aman, tepercaya, dan tangguh. Menurutnya, berbagai MoU yang ditandatangani akan memberikan dorongan baru sekaligus memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Meski demikian, India hingga kini masih menjalin hubungan erat dengan Rusia, khususnya dalam bidang pertahanan. Sebagian besar alutsista militer India berasal dari Rusia. India juga tercatat sebagai salah satu pembeli terbesar minyak dan gas Rusia, bersama China.
Pemerintah Jerman mendorong agar India membatasi praktik perusahaan domestik yang diduga menghindari sanksi terhadap Rusia, serta menekan impor energi dari negara tersebut. Namun, permintaan itu sejauh ini belum mendapat persetujuan dari pihak India.
Dalam kesempatan yang sama, Merz juga menyerukan percepatan penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) antara India dan Uni Eropa.
Baca Juga: Xi Jinping Dukung Kerja Sama Lebih Erat dengan Korea Utara
Ia berharap kunjungannya dapat memberi dorongan bagi tercapainya kesepakatan tersebut sebelum akhir Januari.
Merz menilai dunia saat ini tengah menghadapi kebangkitan proteksionisme global.
Menurutnya, tren tersebut berpotensi merugikan perekonomian Jerman maupun India jika tidak diantisipasi melalui kerja sama perdagangan yang lebih terbuka.













