kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kurva imbal hasil US Treasury terbalik, The Fed menghadapi dilema


Rabu, 14 Agustus 2019 / 23:23 WIB

Kurva imbal hasil US Treasury terbalik, The Fed menghadapi dilema
ILUSTRASI. Pembalikan kurva imbal hasil obligasi AS akan membuat The Fed dilema menentukan bunga di bulan depan.

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Ketika Federal Reserve AS memangkas suku bunga di bulan lalu untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, itu mengisyaratkan bahwa pemotongan bunga lebih lanjut mungkin tidak diperlukan. Tapi kini, lain lagi ceritanya.

Pembalikan kurva imbal hasil US Treasury tenor dua tahun dengan US Treasury tenor 10 tahun untuk pertama kalinya dalam 12 tahun pada Rabu (14/8), menunjukkan bahwa investor obligasi memiliki pandangan yang jauh lebih suram terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) dan ekonomi global dibandingkan bank sentral AS.

"Pasar keuangan jarang berbohong dan secara global sepertinya mengharapkan satu hari perhitungan," kata Tom di Galoma, direktur pelaksana Seaport Global Holdings di New York seperti dilaporkan Reuters.

Baca Juga: Kurva imbal hasil US Treasury terbalik, sinyal klasik resesi ekonomi akan datang

Kekhawatiran kian meningkat dan The Fed mungkin tidak hanya menimbang pembalikan kurva imbal hasil untuk menggunting suku bunga lagi. Tetapi, bank sentral AS mungkin juga sudah kehabisan amunisi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi AS karena negara-negara lain juga saling mengimbangi satu sama lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan fiskal yang lebih longgar.

Pada Rabu (14/8), imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun AS lebih rendah 2,1 basis poin dari yield US Treasury  tenor dua tahun. Pembalikan ini yang pertama kali sejak 2007, menurut data Refinitiv.

Baca Juga: Risiko resesi ekonomi meningkat lagi, indeks bursa Wall Street jatuh

Pembalikan kurva imbal hasil ini mengguncang para investor yang sudah khawatir dengan perang perdagangan AS-China yang mungkin memicu resesi global.

"Orang menjadi lebih yakin bahwa pertumbuhan global sedang melemah dan orang-orang mulai melihat beberapa tanda transmisi ke AS," kata Gennadiy Goldberg, ahli strategi di TD Securities yang dikutip Reuters.


Reporter: Khomarul Hidayat
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0006 || diagnostic_web = 0.1519

Close [X]
×