Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - China mencatat kenaikan tahunan laba industri untuk pertama kalinya dalam empat tahun pada 2025.
Data resmi yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) menunjukkan perbaikan kinerja sektor industri setelah pemerintah menyerukan penghentian perang harga dan praktik persaingan berlebihan yang selama ini menekan pelaku usaha.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang bernilai sekitar US$19 triliun sebelumnya memicu teguran terhadap sejumlah sektor, termasuk otomotif dan panel surya, guna mengakhiri persaingan “banting harga”.
Baca Juga: Kondisi Bisnis Australia Pulih di Akhir 2025
Meski langkah tersebut belum mampu menghentikan tren penurunan harga produsen yang telah berlangsung bertahun-tahun, lonjakan ekspor membantu menutup lemahnya konsumsi domestik.
Data Biro Statistik Nasional China (National Bureau of Statistics/NBS) menunjukkan, laba perusahaan industri naik 5,3% pada Desember dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini berbalik arah dari penurunan tajam sebesar 13,1% secara tahunan pada November.
Secara keseluruhan sepanjang 2025, laba industri tumbuh 0,6%, meningkat dibandingkan kenaikan 0,1% pada 11 bulan pertama tahun tersebut.
Angka ini menandai kenaikan tahunan pertama dalam empat tahun terakhir.
Sektor otomotif menutup 2025 dengan kenaikan laba 0,6%, berbalik dari penurunan 8% pada 2024, didorong oleh kinerja ekspor yang kuat.
Diversifikasi tujuan ekspor di luar Amerika Serikat (AS) turut membantu meredam dampak tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap produk China.
Baca Juga: Strategi Nike: PHK 775 Karyawan AS Demi Genjot Profit & Otomatisasi
Berdasarkan kepemilikan, laba perusahaan milik negara turun 3,9% sepanjang 2025.
Sementara itu, laba perusahaan swasta relatif stagnan, dan perusahaan asing mencatat kenaikan laba sebesar 4,2%.
Data laba industri mencakup perusahaan dengan pendapatan tahunan minimal 20 juta yuan (sekitar US$2,88 juta) dari kegiatan usaha utama.













