kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Laboratorium antariksa Tiangong-1 China akan jatuh ke Bumi akhir pekan ini


Kamis, 29 Maret 2018 / 05:21 WIB
Laboratorium antariksa Tiangong-1 China akan jatuh ke Bumi akhir pekan ini
ILUSTRASI. Peta orbit Tiangong-1 (Juni 2013)

Berita Terkait

Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT, JERMAN. Laboratorium antariksa Tiangong-1 China kemungkinan akan jatuh ke Bumi antara Jumat dan Senin (30 Maret - 2 April 2018) ini. Area seluas ribuan kilometer persegi akan terguyur puing-puing runtuhannya , meskipun risiko mengenai orang akan sangat kecil, menurut Badan Antariksa Eropa (European Space Agency, ESA).

ESA mengatakan stasiun luar angkasa sepanjang 10,4 meter tersebut diperkirakan akan masuk ke atmosfer Bumi di suatu tempat di kira-kira antara garis lintang London di Inggris dan Wellington di Selandia Baru.


ESA juga menambahkan bahwa kemungkinan seseorang terkena puing-puing dari Tiangong-1 adalah 10 juta kali lebih kecil dari kemungkinan terkena petir karena sebagian besar areal jatuhan tertutup air atau tidak berpenghuni.

"Dalam sejarah angkasa luar, tidak ada korban jiwa akibat jatuhnya puing-puing ruang yang pernah dikonfirmasi," kata ESA dalam posting blog di situsnya.

Program ruang angkasa China, sementara itu, telah memperkirakan Tiangong-1 akan jatuh ke Bumi antara 31 Maret dan 4 April, menurut pernyataan di situsnya tertanggal Senin.

The Tiangong-1, atau "Heavenly Palace 1", laboratorium ruang angkasa pertama China, diluncurkan ke orbit pada tahun 2011 untuk melakukan percobaan docking dan orbit sebagai bagian dari program luar angkasa China yang ambisius, bertujuan untuk menempatkan stasiun permanen di orbit pada tahun 2023.

Tiangong-1 awalnya direncanakan akan dinonaktifkan pada tahun 2013, tetapi Cina telah berulang kali memperpanjang panjang misinya. Keterlambatan masuk kembali ke atmosfer bumi, yang dikatakan China akan terjadi pada akhir 2017, telah menyebabkan beberapa ahli memperingatkan kemungkinan laboratorium ruang angkasa itu akan di luar kendali.

ESA mengatakan Tiangong-1 berhenti berfungsi pada Maret 2016 dan para ilmuwan di Bumi tidak lagi dapat mengendalikannya. Namun seorang insinyur top China mengatakan awal tahun ini bahwa tidak benar Tiangong-1 lepas kendali dan tidak menimbulkan ancaman keamanan.


Tag

TERBARU

[X]
×